Dinkes Ingatkan tak Sembarangan Beli Jajanan Berwarna Mencolok

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 03 Nov 2017 16:16 WIB
keracunan makanan
Dinkes Ingatkan tak Sembarangan Beli Jajanan Berwarna Mencolok
Kadinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, MTVN - Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Sampel jajanan yang diduga mengakibatkan puluhan siswa di Cirebon, Jawa Barat, keracunan masih diperiksa. Sambil menunggu hasil uji laboratorium, Dinas Kesehatan Cirebon pun berencana meningkatkan sosialisasi mengenai kebersihan makanan di sekolah.

Kemarin, 33 siswa SDN 1 Muara dibawa ke Puskesmas setempat. Mereka mendapat perawatan akibat mual dan muntah usai menyantap jajanan.

Baca: 33 Siswa SD di Cirebon Keracunan Jajanan

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, masih banyak anak-anak yang belum paham mengenai kebersihan jajanan. Padahal jajanan yang bersih membuat anak-anak lebih sehat dan bebas keracunan.

"Sebenarnya, sosialisasi mengenai higienitas makanan sudah berjalan. Namun dengan adanya kasus kemarin, sosialisasi kami tingkatkan," kata Eni di Cirebon, Jumat 3 November 2017.

Eni menerangkan sosialisasi menyasar siswa dan orang tua. Dalam sosialisasi, petugas Dinkes mengenalkan ciri-ciri makanan yang tak layak santap dan sehat.

"Misalnya, warna makanan yang mencolok. Tapi anak-anak justru tergiur membelinya," kata Eni.

Dinkes juga berencana menyosialisasikan hal tersebut ke pedagang. Terutama, industri rumah tangga yang mengantongi izin. 

SDN Muara 1 menjadi lokasi pertama yangmendapat sosialisasi dari Dinkes Kabupaten Cirebon. Rencananya, lanjut Eni, sosialisasi dilakukan pada Senin pekan depan.

Sementara itu, empat dari 33 siswa SDN Suranenggala sempat mendapat perawatan intensif. Mereka mengalami mual, muntah, dan sesak napas. Tapi mereka sudah bisa pulang.

Eni mengaku belum mendapat hasil uji laboratorium terhadap sampel jajanan yang diduga mengakibatkan puluhan siswa keracunan. Uji sampel dilakukan di Bandung.

"Sebab Kabupaten Cirebon belum memiliki laboratorium untuk menguji sampel. Jadi kami masih menunggu hasil uji. Tidak berani berspekulasi," lanjut Eni.

Kasatreskrim Polresta Cirebon, AKP Galih Wardhani mengatakan penyidik memeriksa Y, pedagang jajanan bermasalah itu. Namun Polisi tak menetapkannya sebagai tersangka.

“ Hanya dimintai keterangan dan saat ini masih sebagai saksi,” kata Galih.



(RRN)