Rahel Ingin Bertemu Emil

Roni Kurniawan    •    Rabu, 25 Oct 2017 13:11 WIB
kekerasan anak
Rahel Ingin Bertemu Emil
Rahel Heriani, 11, bocah korban kekerasan nenek tirinya sudah bisa meninggalkan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Selasa 23 Oktober 2017 kemarin. Foto: MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Rahel Heriani, 11, bocah korban kekerasan nenek tirinya sudah bisa meninggalkan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Selasa 23 Oktober 2017 kemarin. Sejumlah keinginan pun diungkapkan Rahel. Salah satunya, ingin bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Ketika Metrotvnews.com berbincang dengan bocah yang kini duduk di bangku kelas 5 SD ini, secara gamblang menyampaikan harapannya. Ia ingin berbincang langsung dengan sosok orang nomor satu di Kota Bandung yang kerap muncul di televisi dan surat kabar.

"Pengen ketemu Pak Emil, soalnya belum pernah ketemu langsung," cetus Rahel dikediamannya, Rabu 24 Oktober 2017.

Rahel mengalami luka bakar di seluruh bagian wajahnya dan harus dirawat di RSHS selama satu bulan sejak September silam. Kini kondisi Rahel pun kian membaik, luka bakar pada wajahnya pun berangsur pulih meski masih harus dibalut perban.

Dia dikembalikan ke orangtuanya di kawasan Jalan Lebak, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Ini merupakan salah satu impian Rahel yang berhasil terwujud.

Sejak usia 1,5 tahun, Rahel tinggal bersama nenek tiri di kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Neneknya itu menceburkan wajah sang bocah ke wajan berisi minyak goreng panas.

Ayah Rahel, Kusdinan, mengatakan keinginan anaknya untuk bertemu dengan Emil sempat diungkapkan saat menjalani perawatan di RSHS. Justru Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang datang ke RSHS menjenguk Rahel.

"Di rumah sakit juga sempat ngomong pengen ketemu Pak Emil, tapi belum kesampaian," ungkap Kusdinan.

Ia pun berharap, Emil bisa mewujudkan keinginan anaknya itu. Terlebih kini Rahel kembali tinggal di Bandung bersama kedua orangtuanya.

"Pasti senang kalau Pak Wali datang mah, karena itu keinginan anak saya," pungkasnya.


(SUR)