Guru Honorer di Bandung Mengadu

Tosiani    •    Kamis, 28 Dec 2017 15:53 WIB
guru
Guru Honorer di Bandung Mengadu
Puluhan guru honorer melakukan salat Dhuha dan doa bersama di Alun-alun Kota Bandung, Jawa Barat -- ANT/M Agung Rajasa

Bandung: Panas yang menyengat tidak menyurutkan niat Usman Jamaludin memanjatkan doa di tengah Alun-alun Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Desember 2017. Bersama ribuan guru honorer, mereka menyatukan hati menggelar istigasah dan bersalat Duha.

"Kami berdoa meminta rida Allah demi perbaikan nasib kami sebagai guru honorer. Yang terkini, kami berharap Pemerintah Kota Bandung segera mencairkan dana hibah," tutur Usman.

Tahun ini, Pemkot Bandung menganggarkan dana hibah Rp2,9 juta per orang untuk guru honorer. Jumlah itu jauh lebih kecil dari pada dana tunjangan profesi guru dan tunjangan kinerja daerah yang diterima guru pegawai negeri sipil yang mencapai Rp12 juta dan sudah dicairkan.

Jumlah guru honorer yang mengajar SD dan SMP di Kota Bandung mencapai 40 persen dari total guru. Namun, honor bulanan yang mereka terima rata-rata masih di bawah upah minimum kota.

"Kami pasrahkan nasib kami ke depan kepada Allah saja. Selama ini kami hanya mengandalkan penghasilan bulanan dari dana masyarakat atau bantuan operasional sekolah saja," tambah Usman.


(NIN)