Asmara Sejenis Diduga Motif Pembunuhan Juragan Sayur di Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 16 Sep 2016 17:38 WIB
pembunuhan
Asmara Sejenis Diduga Motif Pembunuhan Juragan Sayur di Cirebon
Barang bukti cobek yang diduga digunakan DM untuk membunuh juragan sayur Iman Santoso di Pasar Kanoman, Cirebon, Jawa Barat (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kasus pembunuhan terhadap Imam Santoso, 44, juragan sayur di Pasar Kanoman, Cirebon, Jawa Barat, diduga bermotif asmara. Tersangka DM, 22, mengaku sudah mengenal korban selama satu tahun. Selama itu pula keduanya menjalin kasih.

"Pelaku dan korban sudah saling mengenal dan memiliki hubungan spesial. Sudah satu tahun," kata Kepala Polresta Cirebon AKBP Indra Jafar di Markas Polsek Selatan-Timur Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/9/2016).

Hubungan itu berawal saat korban dan pelaku bertemu di Terminal Harjamukti, Cirebon. Pelaku bahkan sering menginap di kios korban di Pasar Kanoman atau di kediaman korban di Perumnas Burung, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Namun, peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis 15 September kemarin. Ketika DM menginap di kios Imam, pada pukul 03.00 dini hari, korban memaksa `dilayani` pelaku.

"Pelaku ngakunya diancam oleh korban dengan pisau agar mau melayani," kata dia.

Merasa tak nyaman, pelaku pura-pura menuju dapur dengan alasan hendak membuka baju. Seketika, ia melihat cobek ukuran besar dan langsung menghantam ke kepala bagian belakang korban.

"Korban meninggal seketika saat itu," kata Indra.

Baca: Pembunuh Juragan Sayur di Cirebon Dicokok

Usai membunuh, DM membawa uang dan ponsel korban. Ia kemudian melanjutkan aktivitas seperti biasa yakni bekerja di sebuah hotel di Kuningan, Jawa Barat.

"Pelaku sempat membawa uang Rp2,7 juta dan handphone milik korban," imbuh dia.

DM, tersangka pembunuhan di Pasar Kanoman, Cirebon, Jawa Barat (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Kasus ini terungkap saat warga menemukan korban tewas bersimbah darah. Kepolisian setempat mulai investigasi dengan memeriksa sejumlah saksi. Nama-nama orang yang kerap mengunjungi korban pun disebut. Polisi kemudian menangkap pelaku di tempat kerjanya.

Pelaku sempat membuang alat bukti saat berangkat kerja usai membunuh juragan sayur itu. Namun, polisi berhasil menemukan cobek yang masih berlumur darah korban.

"Cobeknya sampai terbelah menjadi empat. Berarti sangat keras benturannya," pungkas dia.


(TTD)