Tiga Petani Rusuh di Lahan BIJB Terancam Hukuman Penjara

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 23 Nov 2016 11:37 WIB
bandara
Tiga Petani Rusuh di Lahan BIJB Terancam Hukuman Penjara
Petugas gabungan mengamankan proses pengukuran lahan untuk perluasan kawasan BIJB di Majalengka, MTVN - Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Tiga petani di Majalengka, Jawa Barat, terancam hukuman enam tahun penjara. Ketiganya menghalang-halangi petugas dari pemerintah provinsi yang hendak mengukur lahan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan ketiga petani tersebut kini menjalani pemeriksaan di kepolisian setempat. Hingga berita ini dimuat, Rabu 23 November, status ketiga petani yaitu tersangka.

Menurut Yusri, aksi mereka menghalangi proses pengukuran lahan mengakibatkan polisi terluka. Saat pengukuran lahan, lebih 1.000 polisi berjaga di lokasi kejadian.

Tiga petani itu Carisman bin Dani, 44; Sunardi bin Wasman, 45; dan Darni bin Narmin, 66. Menurut Yusri, ketiganya melanggar Pasal 214 KUHP jo Pasal 211 KUHP tentang kekerasan melawan petugas kepolisian.

"Ancaman hukumannya enam tahun lebih di penjara," ujar Yusri.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Muhammad Ali, menuntut polisi membebaskan ketiga petani. Alasannya, komunikasi pemegang proyek BIJB tidak baik ke masyarakat. Sehingga kelompok masyarakat menolak.

Kami menuntut pihak kepolisian untuk membebaskan ketiga petani asal Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati," ujar Ali.

Bentrokan terjadi antara polisi dengan warga saat petugas mengukur lahan untuk pengembangan BIJB di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukajati, Majalengka pada Kamis 17 November. Kerusuhan terjadi lantaran warga menolak pengukuran lahan untuk perluasan BIJB. Tiga polisi dilaporkan luka terkena lemparan batu. 

Video bentrokan di lahan BIJB:
 


(RRN)