Ribuan Buruh Jabar Kembali Datangi Gedung Sate

Roni Kurniawan    •    Kamis, 10 Nov 2016 16:42 WIB
demo buruh
Ribuan Buruh Jabar Kembali Datangi Gedung Sate
Ribuan buruh memadati halaman kompleks perkantoran Pemprov Jabar, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (10/11/2016). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Tuntutan mencabut PP 78/2015 tentang Pengupahan kembali disuarakan buruh. Kali ini, ribuan buruh dari Federesi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSKMI) se-Jawa Barat mendatangi Gedung Sate.

Massa tiba di kompleks kantor Pemprov Jabar, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Kamis 10 November, sekitar pukul 14.00 WIB.

Mengenakan seragam kebanggaan FSKMI hitam-merah, ribuan buruh sempat konvoi dari Pasteur hingga Gedung Sate. Aksi tersebut pun membuat lalu lintas dari Pasteur menuju kawasan Gasibu dan Gedung Sate menjadi tersendat.

Ribuan buruh mayoritas menggunakan sepeda motor. Mereka duduk-duduk di depan kantor Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Mereka tak setuju dengan penetapan upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun 2017 sebesar Rp 1.420.624 oleh Gubernur.

Yana Heriana, 36, buruh asal Cimahi, bilang, tidak seharusnya pemprov menetapkan UMP. Pasalnya, setiap daerah memiliki dewan pengupahan yang memiliki tugas menentukan upah minimum kabupaten kota.

"Kita masih susah harus kerja banting tulang tapi upah yang kami dapat tidak sesuai. Seharusnya pemerintah melihat survei dari dewan pengupahan," kata Yana kepada Metrotvnews.com disela-sela aksi.

Yana, menyebut, dewan pengupahan di setiap daerah seharusnya bisa turut andil menentukan UMP tanpa mengikuti PP 78 tahun 2016. Pasalnya, setiap tahun dewan pengupahan melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Kalau tetap dipaksakan menggunakan PP tersebut tentu sudah salah. Dan apa fungsinya ada dewan pengupahan," tandasnya.

Hingga kini ribuan buruh masih menduduki halaman Gedung Sate. Beberapa perwakilan buruh pun diterima oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

Ini bukan aksi buruh yang pertama kali. Unjuk rasa dengan tuntutan serupa juga digelar buruh pada 27 Oktober 2016.


(SAN)