Polwan Gantikan Guru Honorer Mengajar di Indramayu

Ahmad Rofahan    •    Senin, 15 Oct 2018 17:09 WIB
Guru Honorer
Polwan Gantikan Guru Honorer Mengajar di Indramayu
Seorang polwan mengajar di sebuah SD di Indramayu menggantikan guru honorer yang mogok mengajar, Senin, 15 oktober 2018, Medcom.id - Rofahan

Indramayu: Sejumlah polisi wanita menjadi pengajar di beberapa sekolah di Indramayu, Jawa Barat. Mereka menjalankan tugas tersebut lantaran 4.000 guru honorer di Indramayu mogok mengajar.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin mengatakan para polwan memiliki kompetensi sebagai pengajar. Jadi, mereka sudah memiliki dasar untuk mentransfer ilmu pengetahuan layaknya guru.

"Jadi kami tidak asal kirim. Kita lihat dulu kebutuhan dan kemampuan polisinya. Karena kebutuhan pelajaran dan sekolahnya berbeda-beda," ujar Arif di Indramayu, Senin, 15 Oktober 2018.

Arif mengatakan sekitar 10 polwan dari Polres Indramayu dilibatkan untuk mengajar disejumlah sekolah. Namun jumlah tersebut bisa lebih banyak, karena ditambah juga sejumlah Polwan dan Polisi dari Polsek sekitar. Mereka  bertugas mulai mulai hari ini, 15 Oktober 2018 hingga aksi mogok para guru selesai.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Forum Komunikasi Honorer Indonesia (FKHI) Cabang Indramayu, Nana Sugiana, mengatakan 4.000 guru honorer tak akan mengajar hingga 31 Oktober 2018. Aksi itu sesuai dengan arahan dari Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) pusat. 

Menurut Nana, mereka menuntut pemerintah merevisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang pengangkatan honorer secara bertahap sesuai masa kerja. Sebab, rata-rata guru honorer sudah mengabdi paling tidak 10 tahun.

"Jadi, masa kerjanya sudah cukup lama," ujar Nana.

Mereka juga menolak perekrutan CPNS untuk guru baru namun mengabaikan guru honorer. Padahal, ujarnya, pemerintah memiliki Dapodik, sistem yang menyimpan data guru honorer.

"Seharusnya, pemerintah menggunakan data itu sebagai rujukan penganjatan guru honorer menjadi CPNS," ungkap Nana.


(RRN)