Sidang Perdana Kasus Pembakaran Bendera HTI Digelar

ant    •    Senin, 05 Nov 2018 10:57 WIB
pembubaran hti
Sidang Perdana Kasus Pembakaran Bendera HTI Digelar
ilustrasi Medcom.id

Garut: Sidang perdana kasus pembakaran bendera bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) digelar di Pengadilan Negeri Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin 5 November 2018. Sejumlah personel polisi dan TNI disiagakan untuk menjaga proses sidang tersebut. 

"Kami tempatkan personel di tiga ring, di dalam, di luar, dan radius beberapa ratus meter," kata Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Budi Satria Wiguna. 

Dia menuturkan ada 595 personel gabungan TNI dan Polri yang menjaga sidang perdana kasus pembakaran bendera. Pengamanan yang dilakukan Polres Garut, kata dia, sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk mengantisipasi adanya massa yang ingin menghadiri sidang tersebut.  

Meskipun pengamanan ketat, kata dia, kondisi di dalam dan luar pengadilan aman dan terkendali dengan baik. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Ia berharap kasus tersebut yang sudah menjalani proses sidang dapat disikapi secara bijaksana oleh semua pihak.

"Semua pihak bisa sikapi bijaksana dengan proses sidang ini," katanya.

Untuk menjaga agar lebih kondusif, kepolisian menutup Jalan Merdeka yang melewati kantor Pengadilan Negeri Garut. Sejumlah personel disebar sekitar Pengadilan Negeri Garut, selain pengamanan luar, polisi juga memeriksa setiap pengunjung sidang dengan alat detektor logam.

Senin, 22 Oktober 2018 terjadi pembakaran bendera oleh sejumlah orang dalam acara Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut. Awalnya, seorang warga Garut berinisial U menyelinap ke acara itu dengan membawa bendera yang diakuinya sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan mengibarkannya di acara itu.

Kemudian dua tersangka F dan M yang merupakan anggota Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) langsung mengamankan U dan kemudian menyita serta membakar bendera tersebut.


(ALB)