6 Sungai di Cianjur Rawan Banjir Bandang

Benny Bastiandi    •    Selasa, 18 Oct 2016 15:44 WIB
banjir
6 Sungai di Cianjur Rawan Banjir Bandang
Sejumlah masyarakat di sekitar bantaran sungai Citarum mengumpulkan pasir yang diambil dari dasar sungai di Desa Cihea, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (7/3/2010). Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Cianjur: Ada enam aliran sungai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rawan banjir bandang. Mayoritas aliran sungai itu berada di wilayah selatan Cianjur.

Berdasarkan pementaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, enam aliran sungai besar yang diwaspadai rawan banjir bandang yakni Sungai Citarum Blok Leuwi Jurig di Kecamatan Haurwangi, Sungai Cisadea di Kecamatan Sindangbarang, Sungai Cibuni di Kecamatan Kadupandak, Sungai Cidamar di Kecamatan Cidaun, Sungai Cibala di Kecamatan Sukanagara, dan Sungai Cikadu di Kecamatan Cibinong. 

Beberapa di antaranya bisa mengancam lahan pertanian karena berdekatan dengan persawahan. 

"Tapi perlu diwaspadai juga aliran sungai yang kecil karena bisa saja meluap dengan kondisi cuaca seperti sekarang. Misalnya Sungai Cikondang di Kecamatan Cibeber, meskipun alirannya kecil, tapi sewaktu-waktu bisa meluap. Tahun lalu saja luapannya merendam puluhan hektare lahan sawah di Desa Cikondang dan lahan di desa lainnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, Selasa (18/10/2016).

Dibandingkan tahun lalu, tahun ini bencana bandang relatif lebih banyak. Malahan banjir bandang menelan korban jiwa dan kerusakan fisik. Tahun lalu bencana lebih didominasi tanah longsor dan puting beliung. 

"Dari data yang kami peroleh, banjir bandang yang paling banyak makan korban. Itu juga terjadi lantaran rusaknya hulu sungai dengan penebangan liar dan alih fungsi lahan," kata dia.

Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal mengeluarkan siaga darurat bencana banjir dan longsor. Pasalnya, berdasarkan pengamatan BPBD, kondisi saat ini sudah dapat mengeluarkan status siaga tersebut, terlebih badai La Nina yang terus terjadi.

"Sekarang masih dalam proses pengkajian. Dalam waktu dekat keputusan bupatinya akan keluar. Status siaga darurat bencana banjir dan longsor bakal diterapkan. Kami pun terus bersiap selama 24 jam untuk antisipasi bencana alam," kata dia.




(UWA)