RTH Kawasan Perkotaan Sukabumi Rata-rata Hanya 5%

Benny Bastiandi    •    Kamis, 15 Sep 2016 13:20 WIB
ruang terbuka hijau
RTH Kawasan Perkotaan Sukabumi Rata-rata Hanya 5%
Seorang bocah sedang bermain di Taman Kota Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Foto: MI/Benny Bastiandi

Metrotvnews.com, Sukabumi: Luas ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan Kabupaten Sukabumi rata-rata di bawah 5 persen. Dari sembilan kecamatan yang masuk kawasan perkotaan, baru Kecamatan Palabuhanratu yang memenuhi target, yakni 30 persen.

"Kalau secara keseluruhan, sebetulnya RTH di Kabupaten Sukabumi relatif tinggi, di atas 30 persen. Itu sudah di atas ketentuan. Tapi, kalau RTH kawasan perkotaan masih sangat kurang," kata Kasi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan, Kabupaten Sukabumi, Agus Sofyan, kepada Media Indonesia, Kamis 15 September 2016.

Sembilan kecamatan yang dikategorikan sebagai kawasan perkotaan yakni Surade, Jampangkulon, Sagaranten, Sukaraja, Cisaat, Cibadak, Cicurug, Jampangtengah, dan Palabuhanratu. 

Pemkab Sukabumi sudah menertibkan Peraturan Bupati Nomor 24/2016 tentang Penataan RTH Kawasan Perkotaan melalui Pengembangan Grand Design. 

"Lihat saja di Cibadak atau di Cicurug. Hampir tidak ada ruang terbuka hijau. Di Cicurug memang ada taman, tapi jika menghitung ketentuan RTH dengan luas wilayah, itu tak mencukupi. Yang agak mendingan di Kecamatan Cisaat. Di sekitar GOR sudah mulai banyak penghijauan," ujarnya.

Kurangnya RTH disebebkan antara lain karena keterbatasan lahan dan anggaran. Rata-rata lahan di sembilan kawasan perkotaan itu milik masyarakat, sehingga pemerintah harus menyediakan biaya besar untuk membebaskannya. 

Di Kecamatan Surade yang notabene berada di wilayah selatan, harga tanah saat ini sudah mencapai jutaan rupiah per meter persegi.

"Pemkab sebetulnya punya lahan yang dikuasai beberapa dinas, tapi tidak bisa kami kelola. Ruislag juga bisa dilakukan, seperti lapang sepakbola di Cibadak. Kalau masyarakatnya mau, kita bisa pindahkan lapangan itu ke tempat lain." 

"Jadi, nanti lapangan itu kita pakai sebagai RTH. Apalagi fungsi RTH itu tak sebatas menjaga keseimbangan ekosistem, tapi juga harus jadi taman yang bisa digunakan tempat rekreasi dan edukasi," jelas Agus.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, lahan ruang terbuka hijau ditargetkan sebesar 30 persen. Sebanyak 20 persen menjadi beban pemerintah daerah dan 10 persen beban swasta. 

"Kita terus genjot. Apalagi bupati sekarang sangat konsen dengan kepedulian lingkungan. Hanya, untuk mewujudkannya, dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran," terangnya.


(UWA)