Pemprov Jabar Mengeluarkan Surat Edaran Antisipasi WannaCry

Jaenal Mutakin    •    Senin, 15 May 2017 13:52 WIB
cyber securitycyber crimewannacry
Pemprov Jabar Mengeluarkan Surat Edaran Antisipasi <i>WannaCry</i>
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan surat edaran agar semua satuan kerja perangkat daerah di lingkungannya waspada terhadap serangan virus ransomware WannaCry. Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan melakukan back up data yang dianggap penting.

"Kami juga mengimbau agar WiFi dimatikan, sehingga virus tidak menyerang pada data," kata Sekertaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Bandung, Jawa Barat, Senin 15 Mei 2017.

Iwa mengingatkan, agar aplikasi di komputer menggunakan produk asli. Sebab, WannaCry rentan menyerang aplikasi atau software bajakan.

"Mohon dicek aplikasi yang dipakai original atau bukan," ujarnya.

Meski begitu, menurut Iwa, pelayanan publik di Pemprov Jabar tetap berjalan. "Untuk Dispenda pelayanan tetap dilakukan, ada perangkat yang kita siapkan. Jadi pelayanan tidak terganggu. Nanti sore ada proses entry seperti biasa," tuturnya.

(Baca: Tim Cyber Polri Bergerak Menangani Virus WannaCry)

Ransomware WannaCry telah menyerang komputer di 99 negara, dengan target komputer yang masih mengadopsi Windows XP, Windows 7, Windows 8, dan Windows Server 2003. Alasannya, sistem operasi tersebut tidak lagi mendapatkan dukungan keamanan dari Microsoft, kecuali untuk konsumen korporasi.

Menanggapi serangan tersebut, Microsoft langsung mengeluarkan update darurat untuk Windows XP. Ini merupakan langkah yang tidak biasa dari Microsoft, mengingat mereka biasanya tidak akan memberikan perlindungan tambahan terhadap sistem operasi mereka yang sudah ketinggalan zaman.

Khusus untuk korporasi, mereka memiliki perjanjian tertentu terakit dukungan pemeliharaan sistem atau keamanan sesuai kebutuhan. Sementara konsumen biasa tetap diminta untuk mengadopsi OS yang lebih baru. Pembaruan keamanan darurat ini akan menyasar pengguna Windows XP, Windows 8, dan Windows Server 2003.

(Baca: Ransomware WannaCry, dari NSA Sampai ke Indonesia)


(NIN)