Lipsus peringatan HUT RI

Menengok Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Bandung

Roni Kurniawan    •    Jumat, 31 Aug 2018 19:11 WIB
73 Tahun Kemerdekaan RI
Menengok Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Bandung
Rumah Inggit Garnasih saat tinggal bersama Soekarno sekitar tahun 1926, di Jalan Inggit Garnasih, Kota Bandung, Jawa Barat. Medcom.id/ Roni Kurniawan.

Bandung: Kota Bandung memang dikenal dengan segudang sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai bangunan bersejarah berdiri kokoh di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut, salah satunya rumah bersejarah Inggit Garnasih.

Rumah bersejarah Inggit Garnasih berada di kawasan Jalan Ciateul atau dikenal Jalan Inggit Garnasih dekat pusat Kota Bandung, Jawa Barat. Pagar warna hitam serta berbagai jenis pohon dan tanaman mengelilingi rumah bersejarah tersebut.

Rumah bersejarah tersebut terlihat sangat bersih dan terawat, sebagaimana tempat tinggal di perumahan. Bahkan tak jarang ada tamu yang berkunjung ke rumah tersebut untuk mengetahui langsung sejarah perjuangan Inggit yang merupakan istri Presiden pertama Soekarno.


Salah satu ruangan rumah Inggit Ganarsih memajang sejumlah foto kebersamaan Inggit dengan Soekarno.

Ketika memasuki halaman rumah tersebut, seorang pria berkumis langsung menghampiri. Adalah Jajang Rohiat, 43, pria yang bertugas sebagai juru pelihara sekaligus guide bagi para pengunjung rumah bersejarah tersebut.

Jajang begitu hafal mengenai sejarah rumah, termasuk perjuangan Inggit mendukung Soekarno saat melawan penjajah. Rumah tersebut dibeli oleh Inggit bersama Soekarno pada tahun 1926.

"Dulu rumah ini dalam keadaan rumah panggung. Nah tahun 1934 karena Bung Karno harus diasingkan, sehingga rumah ini dijual oleh Ibu Inggit untuk perbekalan di pengasingan," kata Jajang saat ditemui Medcom.id di lokasi beberaoa waktu lalu.

Rumah bersejarah dengan luas bangunan 170 meter persegi itu terbagi lima ruangan. Ruangan pertama yaitu bagian depan yang biasa digunakan oleh Inggit dan Soekarno untuk menerima tamu.

"Nah ini ruangan yang kedua merupakan ruang baca yang biasa dipakai Ibu Inggit dan Bung Karno. Mereka kalau baca-baca buku di ruangan ini," jelas Jajang.


Jajang Rohiat, 43, pria yang bertugas sebagai juru pelihara sekaligus guide bagi para pengunjung rumah bersejarah tersebut.

Sementara itu ruangan ketiga merupakan ruang tengah yang biasa digunakan oleh Inggit dan Soekarno untuk makan. Di ruangan itu pun Soekarno kerap berbincang dengan Inggit, terutama mengenai perjuangan Indonesia.

Bergeser ke ruangan keempat, yang berada di sisi kanan rumah, merupakan tempat Inggit menyimpan bedak dan jamu hasil olahannya. Di ruangan itu pun kini terdapat dua replika batu besar yang digunakan Inggit untuk membuat bedak dan jamu saat itu.

"Ruangan yang terakhir ini (ruangan kelima), ini tempat tidurnya Ibu Inggit dengan Bung Karno. Di sini beliau tidur," ungkap Jajang sambil memperlihatkan foto saat Inggit tidur di ruangan tersebut.

Kini rumah tersebut kerap menjadi tujuan wisatawan dan pelajar untuk menggali sejarah mengenai Inggit Garnasih. Di setiap ruangan tersebut dipenuhi oleh foto-foto Inggit bersama dengan Soekarno.

"Dulu tidak ada apa apa, hanya rumah saja. Kalau sekarang ada foto-foto diisi oleh teman seperjuangan Ibu Inggit. Foto ada juga dari koleksi keluarga," pungkas Jajang.


(DEN)