Ridwan Kamil Resmi Lantik Enam Kepala Daerah

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 20 Sep 2018 11:36 WIB
pelantikanpelantikan wali kotapelantikan bupati
Ridwan Kamil Resmi Lantik Enam Kepala Daerah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik enam pasangan kepala daerah kota dan kabupaten di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 September 2018. (Foto Dokumentasi humas Kota Bandung)

Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi melantik enam pasangan kepala daerah kota dan kabupaten dengan masa jabatan 2018-2023 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat. Ridwan Kamil berpesan kepada seluruh pasangan kepala daerah agar menjalankan tugas dengan baik.

"Pertama jadilah pemimpin yang mencintai rakyat, Jadilah pemimpin yang melayani rakyat bukan dilayani oleh rakyat," kata Emil saat pidato di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, 20 September 2018.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap selama lima tahun ke depan tidak ada kepala daerah yang berurusan dengan hukum. Emil ingin masing-masing kepala daerah yang sudah dilantik bisa memajukan wilayahnya dan mensejahterakan rakyatnya.

"Saya sebagai gubernur akan mengingatkan kita semua untuk saling menjaga diri dari segala hal hal yang akan menjerumuskan," jelas Emil.

Kepala Daerah terpilih yang dilantik Emil hari ini yaitu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, dan Bupati serta Wakil Bupati Sumedang.

Pelantikan sesuai dengan pasal 164, dan undang-undang Nomor 10 tahun 2016, serta 2 surat Menteri Dalam Negeri per tanggal 13 September dan tanggal 17 september.

Sebagai provinsi yang telah memiliki visi provinsi digital, Emil meminta para pasangan kepala daerah untuk memanfaatkan teknologi. Hal itu guna mendukung pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

"Mohon ditingkatkan zaman sudah berubah, Provinsi Jawa Barat sudah divisikan sebagai Provinsi digital di Indonesia. Saya titip pelayanan gunakan teknologi dengan profesional. Kita adakan peningkatan kualitas SDM sehingga kualitas pelayanan bisa meningkat menjadi sangat profesional," jelas Emil.


(DEN)