Jalan Margonda akan Diterapkan Ganjil Genap Setiap Weekend

Rizky Dewantara    •    Kamis, 12 Apr 2018 13:37 WIB
sistem ganjil genap
Jalan Margonda akan Diterapkan Ganjil Genap Setiap Weekend
Kemacetan di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat. (MI/BARY FATHAHILAH)

Depok: Dinas Perhubungan Kota Depok bakal memberlakukan program Weekend Trust di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat. Yakni penerapan sistem ganjil genap kendaraan, setiap akhir pekan. Lantaran kepadatan kendaraan selalu terjadi pada akhir pekan. 

"Nantinya kami akan terapkan (weekend trust), namun ini belum saya buka," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, di Kota Depok, Kamis, 12 April 2018.

Dadang membeberkam, detail Weekend Trust bakal dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam waktu dekat Pemkot Depok bakal bertemu dengan Pemprov Jabar untuk membahas Weekend Trust, termasuk wacana electronic road pricing (ERP) di Margonda. 

"Nanti akan saya sampaikan setelah kajian tersebut sudah rampung dilakukan dan dikomunikasikan dengan Pemprov Jawa Barat. Paling tidak kami menjajaki, untuk tingkat lokal ini lagi mengkaji ganjil genap di weekend," jelasnya.

Dia mengklaim, melalui penerapan ganjil genap setiap pekan bakal mengentaskan kemacetan yang kerap terjadi. Penerapan ganjil genap bakal berlaku sepanjang Jalan Margonda hingga Jalan Akses UI. 

"Jadi, bagaimana kami akan mengintervensi kendaraan ganjil genap hanya pada weekend saja, karena volume kendaraan saat weekend sangat padat," ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai, penerapan ganjil genap sangat baik untuk mendorong perpindahan moda transportasi.

 "Pemberlakuan ganjil genap itu bisa berlanjut sehingga nanti masyarakat beralih ke angkutan umum," kata Djoko, saat dihubungi Medcom.id, Depok, Kamis, 12 April 2018.

Ia menegaskan, revitalisasi angkutan umum di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) mutlak harus dilakukan. Dengan begitu kemacetan di perkotaan bisa berkurang, udara semakin nyaman, publik makin senang, dan lalu lintas makin lancar. 

Ia mecontohkan, saat penumpang kereta demo di beberapa stasiun pada kebijakan baru. Namun, dengan berjalannya waktu dan pelayanan semakin bagus, publik akhirnya banyak yang beralih menggunakan KRL. 

"Dengan begitu target tercapai, kualitas layanan terus ditingkatkan. Kata kuncinya, komitmen yang kuat dari regulator untuk berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas angkutan umum," kata Djoko. 


(LDS)