Kepsek dan Guru di Bekasi Jaminkan SK Demi Kapal Jemputan Murid

Antonio    •    Rabu, 02 May 2018 17:45 WIB
pendidikanhardiknasHardiknas 2018
Kepsek dan Guru di Bekasi Jaminkan SK Demi Kapal Jemputan Murid
Siswa SDN 02 Bahagia Muaragembong, Bekasi, berada di Kapal Motor Anugerah. (Medcom.id/Antonio)

Bekasi: Kepala SD Negeri 02 Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Abdul Muin bersama lima orang guru sekolah tersebut menjaminkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke koperasi untuk meminjam uang sebesar Rp150 juta pada 2009 silam.

Uang tersebut dipinjam untuk membuat kapal motor sebagai jemputan khusus siswa. Anugerah nama kapalnya. Kapal dinilai penting, karena akses jalan menuju sekolah yang kurang memadai. 

"Memang enggak memungkinkan, kecuali kalau sudah dekat sekolah, tapi agak susah. Terutama di musim hujan memang susah ditempuh, jalannya putus-putus terutama di muaranya," kata dia kepada Medcom.id, Rabu, 2 Mei 2018.

Kapal motor yang dibuat selama setahun itu memiliki kapasitas 20 ton, atau bisa dinaiki sampai 200 orang. Saat proses pembuatan, pihak sekolah bertugas mengawasi pelaksanaannya. 

Muin menuturkan, orang tua murid di SD itu kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Total siswa SD Negeri 02 Bahagia itu yakni 200 orang, yang berasal dari tiga kampung. Yaitu Kampung Muara Bendera (pinggir laut), Kampung Gobah dan Kampung Blukbuk. 

Mereka dijemput mulai pukul 05.30 WIB. Yang pertama dijemput ialah siswa yang berada di Kampung Muara Bendera. Setelah itu, siswa yang berada di Kampung Gobah. Selain berhenti di dermaga, siswa yang rumahnya berada di aliran Sungai Citarum dijemput dari pintu ke pintu. 

"Yang jauh itu Muara Bendera sama Gobah," ujarnya. 

Biaya naik kapal motor sebesar Rp2.000 sekali perjalanan. Pulang-pergi Rp4.000. Tapi, bagi siswa yang tidak mampu tentu tidak dipaksakan. 

"Kalau ada kesulitan datang ke sekolah, cerita," tuturnya.

Ongkos tersebut dipakai untuk biaya operasional kapal motor dan juga perawatan. Selain itu, ongkos juga untuk melunasi cicilan utang di koperasi. 

Dalam satu hari, biaya operasional kapal bisa mencapai Rp210 ribu sampai Rp230 ribu. Rinciannya, Rp150 ribu untuk nahkoda dan kenek serta bahan bakar yang mencapai Rp60 ribu sampai Rp70 ribu. 

"Kalau hari biasa paling sekitar 100 anak. Kapasitasnya bisa 200 anak" ujarnya.

Setelah dijemput, siswa diantar dan sampai di sekolah sekitar Pukul 07.00 WIB. Kemudian mereka melakukan kegiatan baca tulis quran (BTQ) sampai pukul 08.00 WIB.

"Kalau arus deras bisa jam 07.20 WIB baru sampai," katanya.

Kemudian, siswa kelas 1 dan 2 SD pulang lebih awal pukul 10.30 WIB. Mereka diantar ke rumah masing-masing menggunakan kapal motor.

Setelah mengantar siswa kelas 1 dan 2 pulang, kapal kembali lagi ke sekolah untuk menjemput siswa kelas 3 sampai kelas 6 yang pulang pukul 12.30 WIB.

Seperti namanya, Anugerah bermanfaat bagi siswa yang hendak bersekolah. Sampai saat ini, kapal tersebut masih menjadi alat transportasi idola siswa untuk berangkat ke sekolah.



(LDS)