Kemenkumham bakal Tindaklanjuti Hasil Sidak Ombudsman RI

P Aditya Prakasa    •    Jumat, 14 Sep 2018 18:05 WIB
sidak lapas
Kemenkumham bakal Tindaklanjuti Hasil Sidak Ombudsman RI
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Ibnu Chuldun dan Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu di Kantor Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat 14 September 2018.

Bandung: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat Ibnu Chuldun mengapresiasi langkah Ombudsman RI yang melakukan sidak ke Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, pada Kamis 13 September 2018 malam.

Sebelumnya, Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu menemukan beberapa kejanggalan di Lapas Sukamiskin. Selain pintu kamar sel yang tidak dikunci setelah lewat pukul 17.00 WIB, kamar sel terpidana Setya Novanto dua kali lebih luas dari yang lainnya.

Ibnu mengatakan, saat ini pihaknya tidak bisa membenarkan atau menyanggah soal kamar Setya Novanto yang ukurannya dua kali lipat.

"Kan Ibu Ninik yang sampaikan tadi. Saya akan cek, selama ini belum monitor. Soal kamar besar itu, itu kan hasil sidak, saya belum bisa pastikan," kata Ibnu di Kantor Kanwil Kemenkuham Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat 14 September 2018.

(Klik) Ombudsman RI: Kamar Setnov di Sukamiskin 2 Kali Lebih Besar

Saat sidak Kamis malam, Ibnu mengatakan pihaknya tidak mendapatkan informasi terkait akan ada sidak dari Ombudsman RI.

"Beliau tidak hubungi saya sama sekali, betul-betul datang mendadak, enggak ada telepon atau surat datang ke tiga lapas (Sukamiskin, Banceuy dan Lapas Wanita). Kalau ke Lapas Sukamiskin sempat tertahan 30 menit pada malam hari wajar karena harus izin dulu kepala lapas," kata Ibnu.

Dalam kunjungan ke Lapas Sukamiskin berjumlah 13 orang, terdiri dari satu anggota dan staf Ombudsman. Dalam kunjungannya itu, Ombudsman menemukan sejumlah hal bersifat diskriminatif terutama mengenai ruangan terpidana korupsi.

"Dari Ombudsman akan membuat laporan tertulis atas hasil sidaknya dan akan kami tindaklanjuti," kata dia.

Lapas Sukamiskin kembali jadi perhatian publik pasca OTT KPK terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein terkait dugaan suap fasilitas lapas. Ibnu menyatakan pihaknya sudah berbenah pascakejadian OTT.

"Pasca OTT KPK kami sudah membentuk Satgas Peningkatan Kualitas Lapas Sukamiskin. Sudah kami susun," ujar dia.


(ALB)