Ojek Online dan Konvensional di Bogor Kembali `Perang`

Rizky Dewantara    •    Senin, 29 Jan 2018 14:59 WIB
ojek online
Ojek Online dan Konvensional di Bogor Kembali `Perang`
Puluhan pengemudi ojek online memadati Jalan Cimanggu Wates, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat -- Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Bentrok antara pengemudi ojek online dengan konvesional kembali pecah di Bogor, Jawa Barat. Ratusan pengemudi ojek online memadati Jalan Cimanggu Wates, Tanah Sareal, Bogor.

Perselisihan bermula ketika seorang pengemudi ojek online diadang tukang ojek pengkolan. Pengemudi ojek online tersebut hendak mengantar pesanan konsumen ke Jalan CImanggu Wates.

Adu mulut pun tak terhindarkan. Kejadian itu kemudian disebarkan ke grup Whatsapp ojek online di Bogor. Tidak lama, massa mulai berdatangan untuk membantu rekannya.

"Masalah ojek online dengan ojek pengkolan Cimanggu Wates sudah terjadi sejak lama. Tapi, kami membawa paket bukan bawa penumpang," kata Mohchamad Bayu Syarianto, seorang pengemudi ojek online, di lokasi, Senin, 29 Januari 2018.


Puluhan pengemudi ojek online memadati Jalan Cimanggu Wates, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat -- Medcom.id/Rizky Dewantara

Bayu menuturkan, telah ada kesepakatan antara pengemudi ojek online dan konvensional. Pengemudi ojek online tidak boleh membawa penumpang ke wilayah Cimanggu Wates.

Tapi, untuk mengantar paket pesanan belum ada kesepakatan. "Satgas ojek online Kota Bogor sudah beberapa kali berunding. Sampai kejadian hari ini, teman kami tidak boleh bawa paket. Kalau paket tidak diantarkan, konsumen nanti komplain dan kami kena suspen, terus dipecat. Sama saja matiin rezeki orang," beber dia.

Setelah berunding, lanjut Bayu, disepakati ojek online boleh mengantar pesanan ke wilayah Cimanggu Wates. Kesepakatan tersebut mengakhiri bentrokan dan para pengemudi ojek online mulai membubarkan diri.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi megatakan bentrokan yang terjadi akibat kesalahpahaman antara pengemudi ojek online dan pengkolan. "Namun, sekarang sudah kondusif setelah ada kesepakatan dari dua belah pihak," pungkasnya.


(NIN)