Dua Pemuda Pemberi Miras ke Satwa Minta Maaf

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 18 Nov 2017 22:45 WIB
satwa taman safari
Dua Pemuda Pemberi Miras ke Satwa Minta Maaf
Alyysa dwi fitri amanda (kiri) dan Philip Biondi (kanan), pemuda yang mencecoki satwa di Taman Safari Indonesia memberikan keterangan didampingi kuasa hukum Ali Nurdin (tengah) (Foto: Roni Kurniawan/MTVN)

Bandung: Dua pemuda yang mencekoki hewan di Taman Safari Indonesia dengan minuman keras, Alyysa dwi fitri amanda, 25, dan Philip Biondi , 27, meminta maaf kepada masyarakat. Mereka mengaku sangat menyesal dan siap mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut kepada pihak yang berwajib.

Menurut Ali Nurdin selaku kuasa hukum keduanya, kliennya sudah mengakui perbuatan tidak terpuji itu. Bahkan, mereka akan mendatangi Polres Bogor untuk melakukan klarifikasi atas kasus tersebut.

"Sebelum kepolisian mengadakan panggilan, kita akan melakukan proses klarifikasi ke sana, ke Polres Bogor," ujar Ali kepada wartawan di Dago Asri, Jalan Djuanda, Kota Bandung, Sabtu 18 November 2017.

Ali mengatakan, kedua kliennya bersama tiga temannya tidak berniat untuk memberikan miras kepada satwa yang ada di Taman Safari Indonesia. Namun, hal itu dilakukan secara mendadak ketika Philip Biondi membuka minuman jenis anggur merah itu dan langsung diberikan ke satwa.

Bahkan, lanjut Ali, atas perbuatannya, mereka mendapat hujatan serta kecaman baik di media sosial maupun melalui pesan singkat ke telepon seluler mereka.  "Kebebasan mereka juga sudah terganggu secara sosial dan kantor tempat kerja mereka," pungkasnya.

Sementara itu, Alyysa mengatakan, pada awalnya ia bersama empat teman lainnya usai berlibur ke kawasan Puncak, Bogor. Namun di perjalanan pulang,  ia dan teman-temannya memutuskan berkunjung ke Taman Safari untuk menghabiskan sore hari di Bogor. 

"Kita pulang (dari Puncak) terus ada obrolan dari pada macet lebih baik ke Taman Safari dulu," kata perempuan yang biasa disapa Ica itu.

Ica mengaku, dirinya mengabadikan momen ketika singgah di wisata satwa tersebut dengan menggunakan ponsel miliknya. Namun ketika di pertengahan jalan, teman-temannya termasuk Biondi secara spontan membuka botol anggur merah dan diberikan ke kuda nil dan rusa saat melintas.

"Minuman itu udah ada di mobil, tadinya buat di kostan pas pulang bukan untuk disana. Tapi spontan karena iseng-iseng kita buka di mobil dan dikasih ke hewan," aku Ica.

Ica pun sangat menyesal telah melakukan perbuatan itu. Dan kini dampaknya langsung sangat terasa, karena momen yang direkam olehnya menjadi bahan ancaman serta kecaman atas perbuatan tersebut.

Sementara itu Biondi yang memberikan anggur merah ke hewan tersebut pun mengaku perbuatannya salah. Senada dengan Ica, pria yang bekerja di perusahaan swasta ini sangat menyesal dan tidak mengetahui akan berdampak sangat besar.

"Saya sangat menyesal dengan kejadian ini. Saya minta maaf kepada masyarakat, dan khusunya pihak Taman Safari," ungkap Biondi.

Sebuah video yang mempertontonkan kejahilan sejumlah pengunjung saat berada di Taman Safari Indonesia, Puncak, Bogor, Jawa Barat pada 14 November 2017, viral dan membuat geram banyak pihak. 

Dalam video berdurasi 60 detik itu terlihat seorang pria sedang memberikan minuman keras (miras) ke beberapa satwa di sana. Sementara rekannya yang lain sibuk merekam menggunakan telepon genggam sambil tertawa. 

Saat mencekoki minuman tersebut, mereka berada di dalam sebuah mobil. Terlihat satwa seperti kuda nil dan rusa menjadi korban keisengan mereka.




(DMR)