Presiden Akan Historical Landing di Bandara Kertajati Pada 24 Mei

Ahmad Rofahan    •    Senin, 21 May 2018 08:22 WIB
infrastrukturbandara
Presiden Akan <i>Historical Landing</i> di Bandara Kertajati Pada 24 Mei
Foto udara landasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (17/4). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.

Cirebon: Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka, sedang diupayakan untuk bisa digunakan saat pelaksanaan arus mudik 2018.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada 24 Mei nanti, Presiden Joko Widodo akan melakukan historical landing di Bandara tersebut.

"Presiden, tanggal 24 (Mei) akan melakukan historical landing," kata Budi di Cirebon, Jawa Barat, Minggu, 20 Mei 2018.

Menurut Budi, Bandara Kertajati sedang diupayakan bisa melayani penumpang pada arus mudik Idul Fitri 2018. Saat ini menurut Budi, pihaknya sedang berupaya untuk menerbangkan penumpang dari Kertajati menuju beberapa kota di Indonesia.

"Angkasa Pura II sedang mengupayakan itu," jelas Budi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dedi Taufik menuturkan, Bandara Kertajati sudah dilakukan serangkaian uji coba, sebelum pelaksanaan historical landing yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi. Dedi juga mengkalim jika terminal di bandara juga sudah siap digunakan.

"Untuk Bandara Kertajati, sudah siap untuk digunakan," yakin Dedi.

Dedi kembali mengatakan, mengenai penggunaan Bandara Kertajati untuk pelaksanaan mudik akan ditentukan dari hasil historical landing.

Dedi menjelaskan, setelah dilakukan historical landing, pihaknya akan melakukan evaluasi. Jika semuanya sudah aman, sangat memungkinkan arus mudik tahun ini Bandara Kertajati sudah bisa digunakan.

"Kita tinggal nunggu izin saja. Setelah historical landing, kita akan evaluasi dan kita benahi agar bisa mendapatkan izin," ungkap Dedi.

Jika memang izin penggunaan bandara sudah dikeluarkan, Dedi menyebutkan, ada lima kota yang akan dijadikan tujuan, yaitu Surabaya, Denpasar, Kalimantan, Ujungpandang dan Medan.

Ia juga berharap, pada Juli nanti, bandara ini bisa melayani pemberangkatan haji dari wilayah Sumedang dan Majalengka.

"Sekitar 2700 jamaah dari 5 Kloter di Sumedang dan Majalengka," pungkas Dedi.


(DEN)