Indonesia Masih Tutup Pengiriman ART ke Timur Tengah

Ahmad Rofahan    •    Minggu, 04 Sep 2016 10:37 WIB
tki
Indonesia Masih Tutup Pengiriman ART ke Timur Tengah
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri saat menghadiri Haul ke XII KH Fuad Hasyim di Ponpes Nadwatul Ummah Buntet Pesantren, Cirebon, Jabar, Sabtu (3/9/2016). (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Dua tahun sudah Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja informal untuk wilayah Timur Tengah. Bila ada yang menjanjikan penempatan asisten rumah tangga (ART) ke sana, bisa dipastikan penipuan.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri saat menghadiri Haul ke XII KH Fuad Hasyim di Ponpes Nadwatul Ummah Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, semalam.

Hanif menyebutkan, pelarangan pengiriman ART lantaran minimnya perlindungan negara-negara Timur Tengah terhadap para ART asal Indonesia.

“Karena Cirebon menjadi salah satu pengirim TKI terbanyak, jadi perlu saya sampaikan di sini, bahwa pengiriman ART di Timur Tengah sudah ditutup,” ujar Hanif.

Pemerintah Indonesia kata Hanif, sering mengalami kendala saat menangani kasus-kasus TKI di Timur Tengah. Ia mencontohkan, saat salah satu TKI yang menjadi ART mendapatkan penyiksaan oleh majikannya.

Pihak kepolisian di sana tidak begitu saja bisa masuk ke rumah dan memeriksa majikan. “Kalau majikannya tidak mengizinkan polisi itu masuk, sampai kapanpun tidak bisa diperiksa,” kata Hanif.

Pemulangan TKI yang mengalami penyiksaan pun cukup sulit dilakukan. Sebab, pihak imigrasi negara setempat baru bisa mengeluarkan izin keluar (exit permit) setelah mendapat persetujuan majikan tempat ART bekerja. 

“Kalau majikan tidak memberikan izin, exit permit tidak keluar. Kecuali ada pengampunan dari raja,” kata Hanif.

Karena rumitnya permasalahan tesebut, Menakertrans memilih untuk menutup pengiriman tenaga kerja informal ke wilayah Timur Tengah. Sedangkan untuk bidang lainnya, masih dizinkan.

“Kalau masih ada yang menjanjikan pekerjaan ART di Timur Tengah, itu sudah masuk trafficking. Jadi jangan takut untuk lapor polisi,” tandasnya.


(SAN)