Pengemis di Cirebon Mengaku Bocah di Pangkuannya bukan Anaknya

Ahmad Rofahan    •    Senin, 31 Oct 2016 14:41 WIB
sosial
Pengemis di Cirebon Mengaku Bocah di Pangkuannya bukan Anaknya
Pengemis yang membawa seorang anak diperiksa aparat pemerintah desa di Kabupaten Cirebon, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Rasjan, mengaku, bocah yang ia bawa saat mengemis di Pasar Jungjang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, adalah anaknya. Namun belakangan ia mengakui bocah tersebut bukan putranya.

Sultan, nama bocah tersebut. Sultan kini berada di RSUD Arjawinganun, Kabupaten Cirebon. Ia mendapat penanganan awal dan berada di bawah pengawasan Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis Cirebon.

Saat Metrotvnews.com mendekat, Senin 31 Oktober, Sultan tampak ketakutan. Namun bocah berbaju kaos biru itu enggan menjawab pertanyaan apapun. Ia hanya memain-mainkan jemari mungilnya.

"Tadi pas kami tanya, ngakunya warga Luwut, Bandung," kata Syaiful Arief dari WCC Mawar Balqis yang mendampingi Sultan di RSUD Arjawinganun.


(Sultan, bocah yang dibawa pengemis ke Cirebon, MTVN - Ahmad Rofahan)

Sultan mengaku ayahnya bernama Dulhalim. Syaiful mengaku masih memeriksa pengakuan bocah diduga berusia empat tahun itu. Tak banyak informasi yang didapat dari bocah tersebut. Sultan juga masih lebih memilih berdiam diri ketimbang menjawab pertanyaan.

Syaiful menduga bocah itu masih ketakutan. Sehingga ia kesulitan menggali banyak informasi.

"Rencananya kami akan memanggil psikiater untuk mendampingi Sultan," lanjut Syaiful.

Syaiful mengatakan menemukan Sultan bersama seorang pengemis, Rasjan, di Pasar Jungjang. Syaiful bersama aparat desa mendekati Rasjan saat mengemis.

Rasjan mengaku Sultan yang berada di pangkuannya itu adalah anaknya. Namun Syaiful curiga. Rasjan berbicara dengan logar Jawa yang lekat. 

"Saya kemudian bertanya ke anaknya pakai bahasa Jawa, tapi bocah itu enggak paham. Lalu saya tanya pakai bahasa Sunda, bocah itu paham," ungkap Arief.

Semula Rasjan bersikukuh Sultan adalah anaknya. Namun belakangan, Rasjan mengaku Sultan bukan putranya.

Lantaran curiga, Arief dan aparat pemerintah desa lantas membawa Sultan ke rumah sakit. Sementara Rasjan dibawa ke Kantor Polsek Arjawinganun untuk pemeriksaan.

Semula, seorang warga melapor ke pemerintah desa soal Rasjan yang kerap mengemis di Pasar Jungjang. Tiap kali mengemis, Rasjan membawa seorang bocah.

Saat mengemis, Rasjan kerap memberikan minuman dari sebuah botol dot kepada bocah tersebut. Setelah minum, bocah itu langsung tidur.

"Kalau habis diberi minum dari dot, anaknya langsung tidur," kata Khabibah, warga setempat, yang melaporkan kejadian tersebut ke WCC Mawar Balqis.


(RRN)