Omset Pedagang Ayam Potong di Jabar Anjlok 60%

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 20 Jan 2018 13:53 WIB
pangan
Omset Pedagang Ayam Potong di Jabar Anjlok 60%
Illustrasi daging ayam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

Bandung: Harga ayam potong di Jawa Barat perlahan turun. Harga ayam potong yang awalnya berada di kisaran harga Rp35.000-Rp36.000 per kilogram turun menjadi Rp23.000-Rp21.000.

Iim Ruhimat, Ketua Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (PESAT) Jawa Barat, mengatakan pedagang ayam potong sempat lesu karena harga ayam potong sempat melambung tinggi. Omset pedagang ayam sempat anjlok.

"Omset mereka turun hingga 60 persen, oleh sebab itu keluarlah surat mogok berdagang tapi akhirnya tidak jadi dilakukan karena dinas terkait berjanji akan menanggapi aspirasi mereka," ucap Iim kepada Medcom.id, Sabtu 20 Januari 2018.

Iim menuturkan, para pedagang ayam potong hanya menginginkan harga kembali normal. Harga ayam di Jabar dalam kondisi normal berada di kisaran Rp18.000-Rp20.000 per kilogram.

Iim menyebut, ada yang bermain stok daging ayam dan menyebabkan harga melambung. Dia mencurigai kartel pedagang besar yang menyebabkan harga sempat melonjak tinggi dan membuat pedagang kehilangan pembeli.

"Yang jelas ini, pihak swasta yang memiliki populasi ayam besar mulai, dari beternak hingga ke pemotongan, mereka yang mengatur harga. Kadang naik, kadang turun. Pemerintah harus bisa mengimbangi," tandasnya.

Nandri, salah satu pedagang ayam di Pasar Kiaracondong, Bandung, mengaku masih berjualan hingga Sabtu 20 Januari 2018. Dia belum dapat memastikan akan ikut

"Masih dagang, semua tidak ada masalah stok daging ayam juga diperkirakan masih cukup hingga beberapa hari kedepan," tandasnya.

Sebelumnya, sempat ada Surat edaran dari Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (PESAT) Jawa Barat, terkait aksi mogok jualan untuk pedagang daging ayam di Kota Bandung dan Bandung Raya terkait kenaikan harga ayam, yang menyebabkan para pedagang bingung untuk berdagang di pasar.

 


(SUR)