Pemerintah Akan Lanjutkan Pembangunan Jalur Puncak II

Dede Susianti    •    Kamis, 08 Sep 2016 20:58 WIB
infrastruktur
Pemerintah Akan Lanjutkan Pembangunan Jalur Puncak II
Kondisi terakhir jalur Puncak II. Foto-foto: MI/Dede Susianti

Metrotvnews.com, Bogor: Telah lama mangrak, rencana pembangunan jalur Sentul-Puncak-Cipanas, Jawa Barat, yang terkenal dengan Jalur Puncak II atau Poros Timur Tengah itu, mulai muncul lagi.

Bupati Bogor Nurhayanti mengaku telah menyampaikan rencana itu ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono saat berkunjung ke proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) atau wisma atlet Hambalang pada Minggu 4 September lalu.

"Jalur itu baru sampai pembukaan lahan. Kemarin Ibu sampaikan ke Pak Menteri (Pekerjaan Umum). Beliau berencana meninjau," kata Nurhayanti, kepada Media Indonesia, belum lama ini.

Nurhayanti berharap pemerintah pusat melanjutkan pembangunan jalur Puncak II yang sudah mangkrak sejak 2014. "Ini kan biayanya dari pusat. Saya berharap jalannya bisa selebar 30 meter," ujarnya.

Keberadaan jalur ini, kata dia, sangat penting untuk mengurai kepadatan di jalur Puncak I. Jalur Puncak saat ini sudah mencapai titik jenuh atau overload. Setiap akhir pekan polisi kerap memberlakukan aturan one way (satu arah) untuk mengurai kemacetan.


Kepala Balai Wilayah IV, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Hartadi, mengaku dipanggil Basoeki Hadimoeljono untuk menjelaskan kondisi jalur Puncak II. 

"Saya menjelaskan history-nya. Bahwa sampai saat ini masih ada masalah di pengadilan. Saya mengingatkan harus ada audit legal dan audit teknis yang harus ditempuh jika proyek ini akan dilanjutkan," kata dia.

Audit hukum yang dimaksud, kata dia, adalah kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat Bina Marga Jabar, Engkos K. Hingga saat ini proses hukumnya baru akan memasuki tahap vonis. "Artinya jangan sampai terjadi masalah diberikutnya," kata dia.

Untuk masalah teknis, dia melanjutkan, "jangan sampai saya dianggap menutupi barang bukti. Saya ingin clear and clean."

Untuk menyelesaikan dua tahapan ini, ia memperkirakan butuh satu bulan lebih. "Mungkin akhir tahun ini baru beres," katanya.

Bambang mengatakan Menteri PUPR akan meninjau lokasi jalur Puncak II dalam waktu dekat.



Total panjang jalur Puncak II adalah 48,7 kilometer yang dimulai dari Sentul, Kabupaten Bogor, hingga Taman Bunga, Cipanas, Cianjur. Pemerintah sudah berhasil membuka lahan sepanjang 18 kilometer dengan lebar 30 meter. Dana yang sudah dikeluarkan sekitar Rp76 miliar.

"Itu kita keluarkan pada 2012 dan 2013. Terakhir, pada 2014 sebesar Rp5 miliar, tapi tidak terpakai karena belum ada serah terima lahan. Pada 2015 sudah tidak ada lagi," ujarnya. Pembangunan jalur Puncak II diperkirakan memakan anggaran Rp600 miliar.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, pada Sabtu 3 September, kondisi jalan di jalur Puncak II sudah rusak. Jalur itu hanya bisa dilalui kendaraan offroad. Meski begitu, aktivitas di sana tetap bergeliat. Bahkan, banyak warga yang menawar tanah di sekitar jalur itu kepada warga setempat.


(UWA)