Emil: Kreativitas akan Sejahterakan Mereka yang Berinovasi

   •    Selasa, 15 Aug 2017 15:52 WIB
industri kreatifkerja bersama
Emil: Kreativitas akan Sejahterakan Mereka yang Berinovasi
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, MTVN

Metrotvnews.com, Bandung: Diplomasi melalui jalur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) antarnegara jauh lebih mudah. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun memanfaatkan hal tersebut untuk mempromosikan produk-produk kreatif Kota Kembang hingga ke mancanegara.

Saat ditemui Metrotvnews.com di Pendopo Kota Bandung, Senin 14 Agustus 2017, pria yang akrab disapa Emil itu berbicara banyak soal lawatannya ke Meksiko. Emil yang baru kembali dari Meksiko pada Minggu 13 Agustus bercerita soal tujuan utamanya ke sana.

"Di sana saya memperkenalkan produk-produk kreatif asal Bandung. Misalnya sepatu, makanan, pakaian," kata Emil.

Menurut Emil, cara itu lebih gampang untuk meningkatkan kerja sama dengan negara lain. Lantaran itu, Emil mengajak warga Kota Bandung memanfaatkan diplomasi itu.

"Yang penting produknya keren, produknya khas Bandung, lengkap dengan imajinasi dan inovasi," ujar pria kelahiran Oktober 1971 tersebut.

Pemkot bakal membantu pelaku usaha untuk memasarkan produk-produk mereka, bahkan keluar negeri. Asalkan kualitas dan kemasannya bagus.

Pemkot akan menyeleksi produk. Nantinya, setelah lulus seleksi, pemerintah bakal membantu warga untuk mempromosikan produk baik di pasar dalam negeri maupun mancanegara.


(Ridwan Kamil saat meninjau Little Bandung Dekranasda Store di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Ant - Fahrul Jayadiputra)

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, Rabu 7 Juni 2017, kontribusi UMKM pada produk domestik bruto mencapai 61 persen. Sayangnya, sektor UMKM mengalami kendala yaitu permodalan. 

Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Diding S Anwar mengatakan 57 juta UMKM tersebar di Indonesia, termasuk di Kota Bandung.

Mereka, ungkap Diding, membutuhkan akses modal dan pelatihan modal. Agar, mereka bisa bertahan dan membantu perekonomian bangsa. 

Baca: Menaikkan Kelas UMKM Demi Perekonomian Indonesia

"Perum Jamkrindo terus melakukan pembangunan database UMKM, ter-update dan terintegrasi, guna mendukung pengembangan dan pembinaan UMKM secara nasional," kata Diding.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Priana Wirasaputra pun mengaku menjembatani calon wiraswasta untuk mendapatkan dana modal untuk membangun usaha. Pemkot memfasilitasi pertemuan lembaga keuangan dengan calon pelaku usaha.

Baca: Calon Pelaku UMKM di Bandung Mendapat Pelatihan dan Modal Pinjaman

"Sehingga terjadi transaksi dan ada semacam kredit," ujar Priana beberapa waktu lalu.

Caranya yaitu calon wirausaha membentuk kelompok membuka usaha baru. Kemudian mereka mengajukan pinjaman modal.

Kelompok itu juga mendapatkan pelatihan berbagai bidang. Satu diantaranya menggunakan teknologi dan sosial media untuk memasarkan produk.

Kreativitas Muncul dari Gemar Ngumpul

Ekonomi merupakan basis dari segala sektor kehidupan. Sejak tiga tahun lalu, Pemkot Bandung mengembangkan ekonomi kreatif.

Bandung memiliki 2,4 juta jiwa. Sebanyak 60 persen merupakan anak-anak muda yang berusia di bawah 40 tahun.

Emil memandang itu sebagai potensi untuk membangun kekuatan ekonomi di Bandung. Makanya, Pemkot membangun ekonomi kreatif yang berbasis pada gagasan, imajinasi dan kreativitas.

"Ada desain, kuliner, film, hingga fashion. Bandung bukan kota industri, bukan juga kota yang ekonominya berbasis ekonomi korporasi. Jadi fokus pada ekonomi kreatif, jasa, dan pariwisata. Itulah kekuatan Kota Bandung," kata ayah dari dua anak itu.


(Selai yang menjadi salah satu produk kreatif asal usahawan muda di Kota Bandung, MI - Atet Dwi Pramadia)

Pada dasarnya, lanjut suami Athalia itu, warga Bandung sudah kreatif. Sebab, orang Bandung sering ngumpul. Dari pertemuan itu, ide pun muncul.

Jadi, Pemkot mendapatkan kemudahan untuk mengembangkan kreativitas. Pemkot berperan untuk membuat aturan dan fasilitas.

Misalnya untuk UMKM yang modal bisnisnya di bawah Rp500 juta, pengusahanya tak perlu mengurusi izin usaha. Modal diberikan tanpa agunan.

Pemkot membantu proses pemasarannya. Satu diantaranya dengan membangun Little Bandung Store. 

"Semua produk yang layak dijual di dalam maupun luar negeri, kita kumpulkan, kita bantu penjualannya. Berbentuk toko atau Little Bandung Store, ataupun online," ungkap Emil yang pernah bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley, Amerika Serikat.

Di Bandung, warga juga bisa memanfaatkan creative center. Sehingga warga Bandung bisa membuat produksi dan berkembang.

"Itulah yang kami lakukan selama tiga tahun. Negara memfasilitasi kemajuan ekonomi kreatif," kata Emil.

Berbasis Masyarakat

Emil mengakui ekonomi tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Justru, masyarakat yang menjadi kekuatan ekonomi.

Pemkot, lanjut Emil, merangkul masyarakat, pebisnis, dan komunitas. Pemkot memberdayakan lebih 4.000 komunitas untuk menghasilkan kreativitas yang dapat meningkatkan ekonomi.


(Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu boot di salah satu industri rumahan di Cibaduyut, Kota Bandung, Ant - M Agung Rajasa)


"Kita membantu mereka dengan networking. Jadi kreativitas menghasilkan karya. Karyanya menghasilkan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itulah kembali menyejahterakan mereka yang berinovasi."

Jadi, musti multi stokeholder. Tak bisa dikerjakan sendiri. Harus berkolaborasi

"Sesuai dengan tema Agustus-an tahun ini. Kerja Bersama. Itu benar-benar terasa dalam mengembangkan ekonomi kreatif," ujar arsitek lulusan University of California, Amerika Serikat tersebut.

Bandung Go Internasional

Pemkot Bandung telah membawa beragam produk kreatif ke dunia internasional. Misalnya musik. Pemkot Bandung menggelar konser yang menghadirkan musisi Kota Bandung ke luar negeri.

Baca: Little Bandung Nusantara Jadi Target Produk Lokal

Produk-produk kreatif Bandung pun bisa dibeli di luar negeri. Little Bandung Store, nama fasilitasnya, yang bisa ditemui di Malaysia dan Korea. Sekarang, Pemkot tengah mempersiapkan pembukaan Little Bandung Store di Amerika Latin dan Eropa.

"Sehingga suatu hari brand Bandung akan terkenal, produk kreatifnya. Karena kita punya toko sendiri di mana-mana. Di seluruh dunia," ujar Emil. (Tim Metrotvnews.com)



(RRN)