Harga Rajungan Jatuh, Nelayan Cirebon Mengeluh

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 01 Sep 2016 15:55 WIB
perikanan
Harga Rajungan Jatuh, Nelayan Cirebon Mengeluh
Sejumlah buruh memisahkan daging rajungan (Portunus spp.) dari cangkangnya di salah satu rumah pengolahan di Bonang, Demak, Jawa Tengah, Rabu (21/1). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Metrotvnews.com, Cirebon: Nelayan rajungan di Cirebon Jawa Barat, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan menstabilkan harga rajungan. Saat ini harga rajungan menurun signifikan dibandingkan tahun lalu.

Asisten Ketua Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Cirebon, Muhammad Rosid, menurutkan pada 2015 nelayan masih bisa menjual rajungan ke pengepul Rp90 ribu per kilogram. Saat ini harga rajungan berada di bawah Rp40 ribu per kilogram.

“Kami hanya ingin harga yang stabil. Kalau bisa, harga jual rajungan seperti tahun kemarin,” kata Rosid di Cirebon, Kamis (1/9/2016)

Harga paling rendah terjadi menjelang puasa. Rajungan dari para nelayan hanya dihargai Rp30 ribu per kilogram. Sedangkan saat itu, nelayan kesulitan mendapatkan rajungan. Dari informasi yang didapatkan Rosid, salah satu penyebab menurunnya harga rajungan karena penjualannya hanya ke Amerika. Sedangkan saat ini, penjualan di Amerika juga sedang menurun.

“Seharusnya pemerintah bisa mendorong akses penjualan rajungan ke wilayah lainnya. Misalkan Eropa atau Asia. Jangan hanya Amerika,” kata Rosid.



Turunnya harga rajungan juga dikeluhkan Ribut Bachtiar. Nelayan rajungan ini menjelaskan ongkos nelayan setiap kali melaut minimal Rp7 juta. Dengan turunnya harga rajungan, para nelayan merugi.

“Setiap melaut kami harus membawa umpan seberat 2,5 kuintal. Satu kilogramnya Rp7.500. Kalau harga rajungannya tidak segera distabilkan, maka nelayan terus merugi,” kata Ribut.

Ribut mengaku sudah menyampaikan permasalahan ini ke KKP dan Asosiasi Pengusaha Rajungan Indonesia (APRI). Ia menginginkan harga rajungan bisa seperti tahun sebelumnya.



(UWA)