Parit Citumang Dimanfaatkan untuk Produksi Padi dan Pariwisata

M Studio    •    Selasa, 27 Mar 2018 11:09 WIB
berita kementan
Parit Citumang Dimanfaatkan untuk Produksi Padi dan Pariwisata
Sawah di sekitar dam parit Citumang memiliki produktivitas tinggi, sekitar 8-9 ton/ha (Foto:Dok)

Pangandaran: Kabupaten Pangandaran sudah lama dikenal sebagai tujuan wisata nasional maupun mancanegara karena keindahan alamnya, terutama pantai Pananjung yang merupakan bagian daratan yang menjorok ke laut.

Mulai dari barat ke timur, ada pantai Karang Nini, pantai Pananjung, pantai Batuhiu, pantai Bojongsalawe, pantai Batukaras, pantai Madasari dan pantai Karapyak.

Selain pantai indah, Pangandaran juga memiliki sungai-sungai yang tidak kalah pesonanya dengan pantai. Sebut saja sungai Cijulang yang membentang dari hulu bagian utara Pangandaran hingga hilir pantai selatan Batukaras. Sungai ini membelah daratan yang berasal dari batu gamping sehingga terbentuk sungai curam dan kadang-kadang melewati gua-gua batu kapur dihiasi stalagnit dan stalaktit. 

Kondisi ini semakin menambah pesona sungai tersebut sehingga tidak salah jika dijuluki 'Green Canyon' Indonesia, melampaui nama sebelumnya Cukang Taneuh.

Sungai Citumang tidak kalah menarik dibandingkan sungai Cijulang. Sungai ini juga membelah daratan berbahan induk batu gamping sehingga terbentuk sungai curam dan deras. Kondisi ini dimanfaatkan oleh wisatawan sebagai tempat arum jeram dan body rafting dan outbound.

Yang menarik dari sungai Citumang adalah adanya dam parit (bendung kecil) yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi. Menurut penjelasan penduduk setempat, dam parit ini sudah dibangun sejak zaman pemerintahan Belanda dan pernah direhabilitasi oleh Kementerian PU beberapa tahun lalu. Dam parit selebar 15 meter dengan debit saat dikunjungi lebih dari 1.000 liter/detik dapat mengairi ribuan hektare hamparan lahan sawah yang terdapat di Desa Bojong, Cibenda, Ciliang, Cintaratu, dan Cintakarya.



Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Agus Sutriadi, sawah-sawah yang dapat pengairan dari dam parit Citumang dapat ditanami tiga kali dalam setahun atau memiliki indeks pertanaman (IP 300). 

"Sawah di sekitar dam parit Citumang memiliki produktivitas tinggi, sekitar 8-9 ton/ha. Petani di daerah ini sangat fanatik terhadap padi varietas Ciherang dan Mekongga karena selain rasanya enak, harga jualnya juga baik," kata Agus, dalam keterangan persnya. 

Berkat adanya dam parit Citumang, Kecamatan Parigi menjadi salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Pangandaran selain Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, dan Kalipucang. 

Dam parit Citumang juga memberikan pendapatan asli daerah (PAD) signifikan bagi Kabupaten Pangandaran, terutama dari sektor pariwisata. Petugas loket HAU menjelaskan bahwa saat hari biasa tak kurang dari 500 pengunjung tiap hari datang ke Citumang. Apalagi saat akhir pekan, dan libur nasional, pengunjung membeludak hingga ribuan orang per hari. Dengan demikian maka dapat dikatakan dam parit Citumang membawa berkah yang luar biasa bagi masyarakat Pangandaran, yaitu selain memproduksi padi di sawah, juga menghasilkan pendapatan yang signifikan dari pariwisata.


(ROS)