Komisi IV DPR Pertanyakan Fungsi SNI pada Gula

Ahmad Rofahan    •    Minggu, 03 Sep 2017 06:35 WIB
gula
Komisi IV DPR Pertanyakan Fungsi SNI pada Gula
Herman Khaeron sebelah kiri saat mengunjungi PG Sindanglaut dan PG Tersana Baru di Cirebon, Sabtu 2 September 2017/MTVN/Ahmad Rovahan.

Metrotvnews.com, Cirebon: Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mempertanyakan fungsi dari Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterapkan oleh pemerintah untuk gula. Diduga karena standar ini, ribuan ton gula petani disegel oleh Kementrian Perdagangan (Kemendag).

"Apakah jika melebihi SNI, bisa membahayakan?,” kata Herman saat mengunjungi Pabrik Gula (PG) Sindanglaut dan Tersana Baru di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu 2 September 2017.

Herman menuturkan, saat ini ada aturan tertentu mengenai batasan kadar Icumsa (kadar pewarnaan) yang harus diikuti oleh gula yang ada di Indonesia. Namun fungsi dari batasan itu masih belum diketahui manfaatnya. 

Buktinya, hingga saat ini belum ada permasalahan yang timbul dari gula yang dihasilkan oleh para petani. "Belum ada kan orang masuk rumah sakit gara-gara menggunakan gula rakyat. Ini disegel hanya gara-gara Icumsa-nya tidak sesuai,” ucap Herman.

Menurut Herman, permasalahan ini perlu diluruskan. Karena dengan adanya penyegelan ini, akan merusak citra gula rakyat dan gula produk BUMN. Karena penyegelan ini, seakan-akan menunjukkan bahwa gula milik petani ini tidak memenuhi standar keamanan pangan.

"Padahal belum ada permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, gara-gara standar ini," ujar dia.

Adanya penyegelan ini, membuat anggota DPR dari Partai Demokrat ini curiga adanya permainan dari produsen gula lainnya yang ingin memonopli gula di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, ribuan ton gula di dua pabrik gula di Cirebon Jawa Barat, disegel oleh Kemendag. Penyegelan tersebut karena kadar Icumsanya tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Untuk Gula Kristal Putih (GKP) 2 yang ada di dua PG di Cirebon, seharusnya di bawah 300 IU. Namun gula di dua PG di Cirebon, diduga melebihi dari angka 300 IU.


(DHI)