Pemkab Purwakarta Tetapkan Sukasari sebagai Zona Khusus Wisata

Reza Sunarya    •    Senin, 13 Feb 2017 13:51 WIB
berita purwakarta
Pemkab Purwakarta Tetapkan Sukasari sebagai Zona Khusus Wisata
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mempersiapkan Sukasari sebagai Zona Khusus Wisata (Foto:Dok)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Setelah sukses membuka membuka jalur lingkar barat dengan membangun infrastruktur jalan dari Cikaobandung Jatiluhur melintasi Sukasari menuju Gunung Karung di Kecamatan Maniis, kini Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mempersiapkan Sukasari sebagai Zona Khusus Wisata.

Konsep pembangunan berdasarkan karakter wilayah menjadi ciri khas pola pembangunan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Danau Jatiluhur akan dijadikan sebagai ikon oleh pemerintah daerah setempat sebagai wisata air melalui skema pembangunan Wisata Kampung Air Mbah Jawer. Nama ini diambil dari cerita rakyat masyarakat setempat yang meyakini danau buatan terbesar di Indonesia itu dihuni oleh 'karuhun' bernama Mbah Jawer.

"Kita tetapkan wilayah tersebut menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata, Perbupnya sudah siap,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Senin (13/2/2017).

Beberapa program pengembangan tengah disiapkan oleh pria yang kerap disapa Kang Dedi tersebut, di antaranya, menggulirkan program pendidikan dan pelatihan kepariwisataan untuk masyarakat setempat sehingga pengembangan sektor pariwisata berbanding lurus dengan penyediaan lapangan pekerjaan.

"Kita serahkan nanti pengelolaannya kepada masyarakat setempat. Mereka lebih merasa memiliki tempat wisata tersebut, pasti akan jauh lebih telaten dalam melakukan perawatan,” kata dia.

Kampung Air akan diisi 40 rumah terapung di atas Danau Jatiluhur yang akan menjajakan kuliner tradisional maupun kontemporer yang dipadukan pemandangan alam Sukasari dan Jatiluhur. Wisata perahu pun dapat dinikmati oleh para wisatawan untuk mengelilingi danau yang diarsiteki oleh Ir H Djuanda dari Tasikmalaya tersebut.
 
"Wilayah sukasari itu punya bambu yang khas. Nanti rumah terapung itu nanti dibuat dari bambu, kita siapkan teknologinya agar bambunya tahan lama. Banyak yang bisa dilakukan, dari mulai wisata kuliner sampai mengelilingi danau dengan menggunakan perahu,” ujarnya.
 
Mengenai pembiayaan, Bupati yang akrab disapa Kang Dedi  itu mengaku, salah satu bank milik pemerintah telah mempersiapkan pengembangan kawasan tersebut. Masyarakat setempat dapat berpartisipasi aktif dalam program yang diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan tersebut.

"Kalau soal kesiapan, kita siap kok. Sudah ada satu bank pemerintah yang siap membiayai. Kita dorong partisipasi masyarakatnya," pungkasnya.

Desa di Kecamatan Sukasari yang menjadi sasaran program ini adalah Desa Kutamanah, Desa Kertamanah, dan Desa Parang Gombong. Seluruh desa tersebut telah memiliki izin lokasi yang diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata.


(ROS)