Bisnis Perunggasan Indonesia Perlu Modernisasi

Mulvi Muhammad Noor    •    Selasa, 18 Apr 2017 06:23 WIB
peternakan
Bisnis Perunggasan Indonesia Perlu Modernisasi
Pekerja mengangkut ayam potong yang akan dipasarkan ke tingkat pedagang di peternakan ayam potong kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/1/2016). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso/ip

Metrotvnews.com, Bogor: Konsumsi produk perunggasan, khususnya daging ayam dan telur, dalam memenuhi kebutuhan protein hewani cukup tinggi. Catatan Institut Pertanian Bogor (IPB) konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia mencapai 65%.

Sayangnya, bisnis perunggasan Indonesia masih menemui sejumlah kendala seperti persoalan kelebihan pasukan karena ketidakakuratan informasi hingga menurunnya daya beli masyarakat.

Ketua Program Studi Pascasarjana Sekolah Bisnis Intitut Pertanian Bogor (SB-IPB), Arief Daryanto, mengungkapkan bisnis perunggasan Indonesia perlu modernisasi di setiap rantainya. Modernisasi ini harus dilakukan mulai dari pakan, kandang, kesehatan, energi, air dan pemasaran sampai konsumen akhir.

"Selain modernisasi infrastruktur fisik, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi juga perlu terus ditingkatkan," ujar Arief saat mengisi kuliah umum mahasiswa SB-IPB, di Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Arief menilai, modernisasi untuk efektivitas dan efisiensi bisnis perunggasan perlu mendapatkan perhatian serius. Apalagi, permintaan pasar terhadap produk perunggasan ke depan ditaksir terus meningkat. 

Hal ini juga dipengaruhi perkembangan gaya hidup masyarakat dalam mengonsumsi produk siap masak dan siap olah dari produk perunggasan.

"Sekitar 70 persen bisnis industri perunggasan ditentukan biaya pakan. Kalau kita bisa meningkatkan teknologi di bidang ini, tentu kita bisa menjaga kestabilan harga," kata Arief.

Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Jemmy Wijaya menjelaskan penerapan modernisasi produksi unggas dapat dilakukan mulai dengan cara sederhana. Misalnya, dengan mengatur sirkulasi oksigen dalam kandang menggunakan kipas angin. "Konsep pentingnya sirkulasi oksigen, itu yang paling penting," tutur Jemmy.


(UWA)