Pasar Induk Cikopo Disebut Punya Peran Strategis Distribusi Pangan

Antara    •    Selasa, 08 Aug 2017 16:26 WIB
pasar
Pasar Induk Cikopo Disebut Punya Peran Strategis Distribusi Pangan
Dirut Bulog Djarot Kusumajati didampingi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Dirut PT Jakatijaya Megah Muhammad Suharli dan Komisaris Melani Leimena melihat beras saat peresmian los daging/ikan dan gudang beras di Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta.

Metrotvnews.com, Purwakarta: Inefisiensi distribusi kerap memicu peningkatan harga pangan di pasaran. Karena itu, keberadaan pasar induk dianggap sangat membantu pemangkasan jalur distribusi dalam sistem tata kelola pangan di Tanah Air.

"Masalah distribusi jadi problem utama selama ini. Beras saja dari petani ke penggilingan lalu ke gudang, dibawa ke pasar yang jauh dan dibawa lagi ke petani. Ini in-efisiensi yang sering kita temukan," kata Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, di sela Peresmian Kios/Gudang Beras dan Los Daging dan Ikan, Pasar Induk Modern Cikopo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa, 8 Agustus 2017.

Pasar Induk Cikopo memiliki luas sekitar 30,78 hektare dengan hampir 5.000 unit kios dan los. Pasar ini menyediakan seluruh kebutuhan bahan pokok bagi wilayah Jawa Barat sampai Jakarta. Pasar Induk Cikopo dikelola oleh PT Jakatijaya Megah.

"Saya mewakili Bulog, sangat mendukung upaya pembangunan pasar modern yang menfasilitasi pedagang, pelaku pasar, yang akan membuat harga pangan menjadi terjangkau," tambah Djarot.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakatijaya Megah, Muhammad Suharli, mengatakan, Pasar Induk Modern Cikopo Purwakarta memiliki masa depan cerah.

Lokasinya yang strategis sebagai penyangga ibu kota. Di sekitarnya ada Bandara Kertajakti di Majalengka dan pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang masih dalam proses dibangun.

Menurut dia, Pasar Induk Modern Cikopo berada di daerah emas. Harga tanah dalam 10 tahun tanah naik 10 kali lipat. Karena itu, ia yakin pasar di Purwakarta itu akan menjadi ikon. Bahkan diprediksi, lima tahun ke depan akan sangat ramai dan jadi yang terbesar di Indonesia.

"Di pasar ini juga tak ada preman. Kita bekerja sama dengan resimen bagian dari Kostrad. Satu-satunya pasar tak ada preman, ya, ini. Kalau ada preman masuk, maling nanas disuruh makan nanasnya tanpa dikupas," kata dia.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang hadir dalam peresmian, mengatakan, Purwakarta adalah kawasan yang tumbuh dinamis bersama Subang, Cirebon, Karawang, dan Bekasi. Kawasan ini memiliki regulasi ekonomi yang strategis dan dinamis.

"Hal ini terletak pada dua hal. Pertama terkait dengan tempat atau lokasi dan kedua berkaitan dengan produksi," katanya.


(SAN)