Calon Pelaku UMKM di Bandung Mendapat Pelatihan dan Modal Pinjaman

Roni Kurniawan    •    Rabu, 09 Aug 2017 12:11 WIB
kota bandungkerja bersama
Calon Pelaku UMKM di Bandung Mendapat Pelatihan dan Modal Pinjaman
Salah satu pelaku UMKM di Bandung yang memproduksi kue kering -- MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Bandung: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bandung menjembatani calon wiraswasta untuk mendapatkan dana sebagai modal utama memasuki dunia usaha. Upaya itu dilakukan setelah calon wiraswasta mendapat pendidikan dan pelatihan berbagai bidang.

"Untuk pembiayaan permodalan, kita fasilitasi mempertemukan dengan lembaga keuangan yang bisa diakses untuk membuka usaha. Terjadi transaksi dan ada semacam kredit," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung Priana Wirasaputra di Bandung, Jawa Barat, Selasa 8 Agustus 2017.

Menurut Priana, bantuan mendapatkan modal tersebut adalah komitmen pihaknya mewujudkan target 1.000 wirausaha baru tahun ini sebagai upaya mengembangkan industri kreatif di Bandung. Calon wiraswasta juga bisa membentuk kelompok untuk membuka usaha baru bersama-sama, termasuk mengajukan pinjaman modal.

"Agar lebih ringan, calon wiraswasta membentuk kelompok setelah mendapatkan pelatihan. Nanti, kelompok itu mengajukan pinjaman modal, misalnya bikin usaha kue kering seperti kemarin mau Lebaran, kan mereka banyak order," urai Priana.

Namun, untuk melakukan pinjamam modal, terutama berkelompok, harus mengerti mengenai kelembagaan. Pasalnya, dana pinjaman yang dikelola harus benar-benar tertata rapih dalam pembukuan.

"Makanya, kita kasih pelatihan kelembagaan juga, termasuk akuntansi, agar mereka bisa menghitung pengeluaran, pendapatan, serta keuntungan. Tentunya juga menghitung kredit yang harus dibayar," beber Priana.

Pemerintah Kota Bandung pun meluncurkan Kredit Melati dan Melawan Rentenir yang memudahkan wiraswasta baru mendapatkan pinjaman modal. Bahkan, modal yang diberikan mencapai puluhan juta rupiah.

"Jadi, sebetulnya mudah mendirikan usaha di Bandung, asal dengan prosedur yang benar," pungkasnya.


(NIN)