Metrostater, Terminal Terpadu Depok Berbasis TOD

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 01 Aug 2018 19:55 WIB
transportasitransit oriented development
Metrostater, Terminal Terpadu Depok Berbasis TOD
Konsep Metrostater, terminal terpadu berkonsep transit orianted development, yang akan dibangun di Depok, Jawa Barat. Dok: Istimewa

Depok: Kota Depok, Jawa Barat, dikenal sebagai tiang penyangga DKI Jakarta. Depok pun berusaha mengubah wajah menjadi wilayah metropolitan nan nyaman dan ramah gaya hidup masyarakat modern.

Hal tersebut terlihat dengan rencana pembangunan terminal modern dan terintegrasi bernama Metrostater. Terminal terpadu dengan basis transit orianted development (TOD) ini akan menghubungkan transportasi, pemukiman, dan pusat perbelanjaan.

Baca: Rekayasa Lalu Lintas Terminal Sementara Berlaku di Depok

Direktur PT Andyka Investa Soemarsono Hadi mengatakan, kawasan yang disebut sebagai Metrostater Depok ini memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses moda angkutan umum hingga peluang berbisnis.

"Metrostater itu adalah sebuah proyek perpaduan stasiun dan terminal yang tadinya kumuh dibentuk menjadi seperti kota dengan adanya mal, pusat perbelanjaan, dan apartemen,"  kata Soemarsono di terminal sementara Depok Jalan Arif Rahman Hakim, Rabu, 1 Agustus 2018.

Metrostater memiliki konsep bangunan bertingkat yang di dalamnya akan diisi oleh pusat perbelanjaan modern dengan terminal di bagian bawahnya. Kompleks TOD ini yang akan dimanfaatkan investor untuk keperluan komersial.

"Nah komersialnya itu ada mal, ada pusat perbelanjaan, dan ada hunian yang berupa apartemen. Nah harapannya nanti apartemen itu bisa diisi orang-orang pemda atau mahasiswa," bebernya.

Metrostater akan terhubung dengan apartemen dan pusat perbelanjaan, kawasan ini akan terhubung dengan seluruh moda angkutan. Di antaranya KRL, bus APTB, dan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Baca: Proyek Terminal Terpadu Depok Habiskan Rp1,3 T

Modernisasi tak hanya ditataran konsep TOP. Sarana dan prasarana juga akan berteknologi canggih. Salah satunya sistem tiket yang akan dibuat elektronik untuk mencegah pungli.

"Kadishub dan BPTJ sedang menyiapkan program kerja sama dengan perbankan untuk secepatnya mewujudkan model e-ticketing itu," tukasnya.

Soemarsono pun mengaku sudah ada investor yang siap menyewa lokasi perbelanjaan tersebut. "Banyak yang mau mengisi, itu tapi masih 2 atau 3 tahun lagi, untuk sekarang ini kita fokus ke terminal dulu," pungkasnya.


(SUR)