Jelang Valentine, Penjualan Bunga Potong Menurun

   •    Minggu, 12 Feb 2017 18:02 WIB
valentine
Jelang Valentine, Penjualan Bunga Potong Menurun
Penjual menata bunga di salah satu toko penjual bunga dan karangan bunga -- ANT/Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Bandung: Petani bunga di Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tidak merasakan dampak peningkatan omset penjualan bunga menjelang perayaan Valentine yang pada Selasa, 14 Februari 2017. Omset penjualan bunga jelang hari kasih sayang tahun ini justru menurun dibandingkan tahun lalu.

"Turun hampir 50%. Dari yang biasanya saya mampu mengeluarkan 1.500 ikat, jelang Valentine tahun ini hanya sekitar 800-1.000 ikat bunga potong," kata Deni Handayani, 36, petani bunga asal Kampung Citiis, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parompong, Jawa Barat, Minggu, 12 Februari 2017.

Menurut Deni, pelanggannya kebanyakan dari Jakarta dan Bandung. Rata-rata mereka memesan bunga jenis mawar.

"Kita biasanya menyuplai ke pedagang bunga lagi. Tapi, sekarang ini ada penurunan permintaan dari pedagang di sana (Jakarta), mungkin karena mereka takut bunganya tidak laku, jadi pesannya hanya sedikit," ucap Deni.

Meski ada penurunan permintaan, Deni mengaku punya strategi untuk menutupi kerugian. Ia menaikkan harga jual bunga potongnya itu sampai 100%. Bunga mawar yang semula harganya Rp80 ribu per ikat, kini dijual Rp180 ribu hingga Rp200 ribu.

"Satu ikat berisi 20 batang bunga mawar. Karena yang banyak dipesan cuma jenis bunga itu aja, terpaksa harga yang dijual dari kita dinaikkan sampai 100%," ungkapnya.


(NIN)