Jabar Berpeluang Jualan Kopi Hingga Swedia

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 28 Mar 2018 18:21 WIB
kopi
Jabar Berpeluang Jualan Kopi Hingga Swedia
Petani memetik biji kopi arabika di perkebunan kopi Desa Nyalindung, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melihat peluang besar dari pameran dan bisnis kopi asal tanah Pasundan di Swedia. Potensi ini terungkap dari informasi Dubes LBBP RI untuk Swedia Bagas Hapsoro mengenai gelaran 'The Colour of Indonesia' pada 14 Mei 2018 di Stockholm, Swedia.

Kopi Indonesia, terutama Kopi Jabar, dipromosikan di ajang tersebut. Warga Swedia merupakan pecinta kopi, bahkan terungkap rata-rata dari mereka meminum 8 hingga 10 gelas kopi per hari.

Aher menyebut hal itu kesempatan baik untuk membangun kerja sama antara Jabar dan Skane Region. Potensi besar bisnis kopi ini pun bisa diselipkan lewat promosi seni budaya Indonesia yang digelar dalam ajang tersebut.

"Salah satu yang lebih cair itu memang melalui event seni budaya," Rabu 28 Maret 2018.
 
Kopi dari Jawa Barat berpotensi besar dijual karena banyak perajin kopi berkembang di tanah Pasundan. Pemprov Jabar pun berencana mengirimkan perajin terbaik untuk promosikan kopi khasnya.

"Mereka (perajin kopi Jabar) bisa datang, dan kita akan kirim ahli racik kopi Jabar yang sudah bersertifikat (sertifikat itu dikeluarkan Amerika Serikat) pada event 14 Mei 2018 nanti," bebernya.

Peracik kopi yang akan dikirim nanti telah menguasai keseluruhan kopi sekaligus memiliki akses langsung dengan pemilik kebun kopi. Sehingga para pecinta kopi di Swedia akan mendapatkan penjelasan tentang keseluruhan Kopi Jawa Barat.

"Di Jawa Barat tengah hangat-hangatnya kopi. Sebab selain mampu mendatangkan keuntungan secara ekonomi, di sisi lain berguna untuk kepentingan konservasi lingkungan," paparnya.

Dubes LBBP RI untuk Swedia Bagas Hapsoro menjelaskan, 'The Colour of Indonesia 14 Mei 2018' di Stockholm, Swedia ini bertepatan dengan FIKA (tradisi minum kopi di Swedia).

"Bulan depan kita akan terus gebyarkan di sini. Tahun lalu sempat dilakukan dan mendapat tanggapan positif dari mereka," tegasnya.

Menurutnya ini jadi ajang yang sangat baik untuk menarik calon wisatawan asal Swedia untuk berlibur ke Indonesia.


(SUR)