Angin Kencang, Ribuan Nelayan di Cirebon Pilih tak Melaut

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 06 Jul 2018 11:57 WIB
nelayancuaca buruk
Angin Kencang, Ribuan Nelayan di Cirebon Pilih tak Melaut
Ratusan perahu nelayan bersandar dan tidak dioperasikan. Medcom.id/Rofahan

Cirebon: Ribuan nelayan di Cirebon, Jawa Barat, memilih untuk tidak melaut. Hal itu dikarenakan, kencangnya angin yang berembus di wilayah Pantura tersebut. Seperti yang terlihat di Sungai Selo Penganten di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu,  Kabupaten Cirebon, Jumat, 6 Juli 2018.

Di sungai yang berbatasan langsung dengan laut Cirebon itu, terlihat ratusan perahu nelayan yang bersandar dan tidak dioperasikan. Perahu berjajar dari muara sungai, hingga wilayah yang paling dangkal.

"Jumlahnya sekitar 350 perahu," ujar Warkuto, 51, salah satu nelayan asal Desa Bandengan, Jumat 6 Juli 2018.

Warkuto sendiri tidak melaut, melainkan lebih memilih untuk memperbaiki jaring yang biasa ia gunakan. Menurut Warkuto, angin saat ini cukup kencang. Sehingga, kondisi tersebut cukup membahayakan nelayan kecil seperti dirinya. Di desanya, memang hanya terdapat ratusan nelayan saja. Namun jika digabungkan dengan wilayah lainnya, maka jumlah nelayan yang tidak melaut mencapai ribuan.

"Kalau di desa saya nelayannya sedikit. Tapi kalau digabungkan dengan yang lainnya, mungkin ribuan yang tidak melaut," ujar Warkuto.


Warkuto sedang memperbaiki jaring dan deretan perahu nelayan di Sungai Selo Penganten Desa Bandengan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Warkuto menjelaskan, angin yang kencang akan berpengaruh terhadap arus yang menjadi kencang. Sehingga ketika ia memaksakan menangkap ikan dengan kondisi angin kencang, sangat besar kemungkinannya, perahunya tidak kuat untuk menahan dan membuatnya terbalik.

Selain sebagai nelayan, Warkuto juga sebagai pemilik perahu. Ia mengaku memiliki 20 Anak Buah Kapal (ABK) yang biasa ia pekerjakan. Namun dengan kondisi cuaca seperti ini, para ABK lebih memilih untuk mencari pekerjaan didarat.

"Ada yang jadi kuli bangunan, ngaspal jalan dan lainnya," ujar Warkuto.

Hal senada juga disampaikan Tohari (38), angin kencang yang melanda Cirebon saat ini, membuatnya juga memilih bersandar dibanding melaut. Selain karena membahayakan, kondisi angin kencang juga membuat tangkapan menjadi berkurang.

"Kalau angin kencang, agak susah juga ikannya," kata Tohari.

Ia mengaku memilih tidak melaut atas inisiatif sendiri, tanpa adanya imbauan dari instansi manapun. Ia jua belum mengetahui, sampai kapan akan berhenti melaut. Namun menurutnya, jika kondisi angin yang sudah mulai reda, ia akan kembali menangkap ikan.

"Tidak ada imbauan resmi, ini merupakan inisiatif nelayan saja, demi keselamatan. Mungkin nanti kita melaut lagi,kalau angin sudah reda," kata Tohari.



(ALB)