Secara Bertahap, Premium tak Lagi Dijual di Pantura Timur

Rhobi Shani    •    Kamis, 06 Oct 2016 12:23 WIB
pertamina
Secara Bertahap, Premium tak Lagi Dijual di Pantura Timur
Seorang pengendara mengisi pertalite untuk sepeda motornya, MTVN - Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Kudus: SPBU di tiga kabupaten di jalur Pantura Timur, Jawa Tengah, tak lagi menjual premium. Ini menyusul program peralihan penggunaan premium ke pertalite atau pertamax.

Wakil Ketua I Rayon II Hiswana Migas, Muhammad menyampaikan, SPBU yang menghentikan penjualan premium itu berlokasi di Kabupaten Demak, Kudus, dan Rembang. Premium diganti pertalite yang memiliki research octane number (RON) 90.

"Tiga SPBU sudah siap. Tinggal aksi saja," kata Muhammad, Kamis (6/10/2016).

Dari tujuh kabupaten di wilayah kerja DPC Hiswana Migas Pati, Muhammad melanjutkan, belum semuanya siap menjalankan kebijakan itu. Sehingga pelaksanaan program dilakukan secara bertahap.

Sebanyak 21 SPBU beropersi di Demak. Sementara itu 18 SPBU berlokasi di Rembang. Beberapa SPBU itu sudah siap untuk tidak menjual premium.

"Di Kudus, dari 18 SPBU sudah ada satu yang sudah tidak menjual premium. Enam SPBU akan segera menyusul. Program ini tidak bisa serempak dan harus bertahap karena dimungkinkan harus menghabiskan stok yang masih ada," kata Muhammad.

Sementara itu, Pengelola SPBU Cendono Kabupaten Kudus, Sunaryo mengakui, SPBU Cendono per 1 Oktober 2016 tidak lagi menjual premium dan diganti dengan pertalite. Berdasar pantauan, peminat pertalite cukup banyak. Bahkan angkutan pedesaan yang sebelumnya membeli premium kini juga bersedia beralih ke pertalite.

”Selain lebih irit, pertalite juga lebih ramah lingkungan makanya kita rekomendasikan itu,” ungkap Sunaryo.


(RRN)