Kemen ESDM akan Minta Tambahan Kuota Elpiji untuk Nelayan

Ahmad Rofahan    •    Sabtu, 20 Aug 2016 18:17 WIB
konversi elpiji
Kemen ESDM akan Minta Tambahan Kuota Elpiji untuk Nelayan
Nelayan di Cirebon, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Direktur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) IGN Wiraatmaja akan meminta PT Pertamina menambah kuota elpiji bagi nelayan. Sebab, sudah banyak nelayan yang menggunakan elpiji sebagai bahan bakar.

Wiraatmaja mengatakan itu saat memberikan bantuan alat konversi elpiji pada ratusan nelayan di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Nanti kuota elpiji untuk wilayah nelayan yang sudah menggunakan konversiakan dinaikkan, agar tidak mengganggu kebutuhan elipiji masyarakat umum” kata Wiratmaja di Cirebon, Sabtu (20/08/2016).

Senada dengan Wiratmaja, General Manager Pertamina MOR III, Jumali, juga akan menyiapkan secara khusus kuota elpiji untuk wilayah nelayan yang sudah melakukan konversi. Pihaknya akan membuat pangkalan khusus elpiji untuk nelayan, bekerjasama dengan koperasi nelayan setempat.

“Nanti elpiji ini hanya boleh dijual untuk kebutuhan nelayan, tidak boleh untuk lainnya,” kata Jumali.

Untuk bisa mengetahui penggunaan elpiji tersebut, Pertamina juga akan mendata setiap pembelian yang dilakukan oleh nelayan. Sehingga nantinya akan diketahui kepada siapa saja elpiji tersebut dijual dan berapa kebutuhan elpiji nelayan diwilayah tersebut, yang harus dipenuhi oleh Pertamina.

“Nanti ada catatannya. Setiap nelayan yang beli elpiji akan tercatat, sehingga ketahuan kebutuhannya berapa dan dijual kepada siapa saja,” kata Jumali.

Menurut Jumali, kuota yang akan ditambahkan oleh Pertamina ke wilayah nelayan, akan dilihat dari jumlah nelayan yang menggunakan elpiji sebagai bahan bakar melautnya. Jumlah tersebut nantinya akan menjadi acuan Pertamina, untuk mengirimkan kuota tambahan ke pangkalan elpiji khusus nelayan.

“Jumlah nelayan penggunanya kan sudah ada. Nanti kita coba hitung kebutuhannya dan kita kirimkan alokasi elpiji tambahannya,” ujar Jumali.


(RRN)