Pemuda Ini Bikin Nelayan Jual Ikan secara Digital

   •    Minggu, 09 Oct 2016 09:54 WIB
startup
Pemuda Ini Bikin Nelayan Jual Ikan secara Digital
COO Aruna Indonesia Indraka Fadhlillah bersama salah satu nelayan binaan yang sudah menggunakan aplikasinya. (Foto-foto: Metrotvnews.com/dok. Aruna Indonesia)

Metrotvnews.com, Bandung: Selama ini nelayan hanya mampu mengakses pasar sebatas di tempat pelelangan ikan. Nelayan tak bisa menjual langsung ke masyarakat (end users) lantaran terkendala tengkulak.

Kondisi ini memicu Farid Naufal Aslam untuk mengembangkan sebuah situs untuk mempermudah nelayan menjual hasil laut. Melalui bendera Aruna Indonesia, Farid dan kawan-kawan membesut pasarlaut.com.

Pada situs itu, nelayan bisa belajar pengelolaan bisnis perikanan (integrated fishery management). Selain itu, pasarlaut.com juga menyediakan data terkini perikanan (fishery data intelligent), dan sistem perdagangan hasil laut secara daring (fishery online trading).

"Salah satunya, kerja sama dengan KUD Nelayan Mina Laksana Mukti. Di bawah Mina, ada 40 koperasi nelayan dengan tujuh di antaranya sudah menerapkan sistem pelelangan digital kami," kata Farid, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016). 


Tim Aruna Indonesia setelah audiensi dengan Sekjen Kementerian Kelautan Perikanan Prof. Syarief Widjaja (tengah) setelah mempresentasikan aplikasi sistem perikanan mereka.

Selain dengan Mina, kerja sama serupa dilakukan dengan sejumlah koperasi nelayan di Subang dan Jawa Barat bagian selatan. Di luar Jawa, kerja sama dilakukan dengan koperasi nelayan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. 

Polesan Indigo

Semula, kata Farid, pasarlaut.com hanya sebuah marketplace hasil laut secara business to business (B2B). Dia tidak memikirkan target dan model bisnis berkelanjutan. 

Situasi berubah setelah Aruna masuk Indigo Creative Nation (ICN) tahun 2015 Batch 1. Di bawah program inkubasi milik Telkom itu, dia mengaku memperoleh pembinaan. 

"Setelah ikut ICN, dengan banyak mentor berpengalaman di sana, kami makin mampu mengembangkan layanan. Saat ini sedang persiapan rilis versi terbaru pasarlaut.com. Selain tentunya, kami bisa terus memperluas jejaring seperti saat ikut pembukaan Digital Lounge  Aceh, kemarin," katanya.

Ery Punta Hendraswara, Direktur Pengelola ICN, bilang, sedari awal pihaknya bukan sekedar mencari usaha rintisan digital untuk kemudian dikompetisikan. Lebih dari itu, ada proses binaan dan akselerasi secara signifikan. 

"Kami ingin para startup menjadi lebih profesional. Bukan sekedar bikin, bukan ikut-ikutan, tapi model dan target bisnisnya memang terukur dan menghasilkan dalam jangka lama," katanya.


(SAN)