Daging dan Telur Ayam Penyumbang Besar Inflasi Jabar

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 02 Aug 2018 09:34 WIB
inflasi deflasi
Daging dan Telur Ayam Penyumbang Besar Inflasi Jabar
Penjual daging ayam di Pasar Jepara Satu, Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani

Bandung: Inflasi Jawa Barat pada periode Juli 2018 mencapai sebesar 0,37 persen. Inflasi disebabkan kenaikan kelompok bahan makanan yang cukup signifikan, seperti daging ayam ras dan telur ayam.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dudung Supriyadi mengatakan inflasi pada periode Juli 2018 mengalami penurunan dibandingkan Juni 2018 yang mencapai 0,47 persen.

Inflasi terbesar diakibatkan oleh kenaikan kelompok bahan makanan yaitu hingga 1,05 persen. Bahan kelompok yang naik adalah daging ayam ras, telur ayam, jengkol, cabai rawit, bayam, tomat sayur, jeruk, kancang panjang, dan buncis pada Juli 2018.

Meski begitu kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam akan mengalami penurunan di bulan selanjutnya. Sebab, pada Agustus akan menghadapi Iduladha.

"Biasanya kalau dua bulan berturut-turut ke depan, tidak akan naik lagi " ucap Dudung di Kantor BPS Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis, 2 Agustus 2018.

Dudung menyebutkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Barat, meliputi tujuh kota yaitu Bandung, Sukabumi, Bogor, Cirebon, Depok, Bekasi, dan Tasikmalaya. Ketujuh kota tersebut mengalami kenaikan IHK dari 231,73 pada Juni, menjadi 132,21 di Juli 2018.

"Laju inflasi tahun kalender 'year to date' (Januari-Juli 2018), sebesar 2,59 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun 'year to year' (Juli 2018-Juli 2017) tercatat sebear 3,47 persen," kata Dudung.

Tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat, lanjut Dudung, mengalami inflasi pada periode Juli 2018.

"Kota Bogor 0,48 persen, Kota Sukabumi 0,54 persen, Kota Bandung 0,16 persen, Kota Cirebon 0,21 persen, Kota Bekasi 0,86 persen, Kota Depok 0,003 persen, dan Kota Tasikmalaya 0,14 persen," ucap Dudung.


(SUR)