Kocom, 'Seniman Mayat' di Balik Film Horor dan Laga Indonesia

Antonio    •    Minggu, 23 Sep 2018 19:43 WIB
industri kreatif
Kocom, 'Seniman Mayat' di Balik Film Horor dan Laga Indonesia
Sarwo Edi Kocom, seniman prostetik asal Bekasi, Jawa Barat, terlihat serius mengerjakan pesanan. Medcom.id/Antonio

Bekasi: Sore itu nampak seorang pria sedang sibuk di rumah yang juga tempat kerjanya di Perumahan Bekasi Jaya Indah, RT11, RW 11, Jalan Irigasi Tertia 3, Bekasi Timur. Sarwo Edi Kocom namanya.

Mondar-mandir dari garasi di depan pagar ke depan pintu masuk rumah. Kocom, begitu ia disapa, terlihat sibuk mengaduk campuran dan menuangkannya ke wadah yang telah disiapkan. Konsentrasi dan sibuk sekali.

Ia terlihat sedang mengerjakan 'tubuh manusia' yang dibekukan untuk salah satu film horor yang diproyeksikan bakal tayang awal 2019. Tak ada detail yang terlihat.

Di tengah kesibukannya itu, ia  mempersilakan tamu untuk datang datang dan masuk berbincang dengannya. Pria yang ramah walau sibuk bekerja itu adalah seorang seniman prostetik.

Dia mahir membuat bagian tubuh manusia. Mulai dari rambut, wajah, tangan, badan, kaki dan  lainnya. Bentuk dan warnanya menyerupai aslinya. Jika tidak melihat proses dari awal, Medcom.id pasti bergidik dan mengira pria berusia 32 tahun ini bermain-main mayat manusia.

Karya itu ia buat dengan bahan silikon. Biasanya digunakan untuk properti film. Beberapa karyanya terlihat persi seperti manusia atau potongan tubuh manusia.


Karya Sarwo Edi Kocom, seniman prostetik asal Bekasi, Jawa Barat, pernah dipakai untuk Pengabdi Setan, Mata Batin hingga The Raid II. Medcom.id/Antonio

Ciptanya ini sudah terlibat dalam sejumlah film nasional, khususnya yang bergenre horor dan laga. Beberapa sinetron juga memesan karyanya ada. Sebut saja Pengabdi Setan, Mata Batin hingga The Raid II.

Ia menceritakan, sebuah pesanan botol untuk iklan menjadi awal mula dia serius menjadi seniman prostetik karena. Dia menyanggupi pesanan itu pada sekitar tahun 2000 lalu walau mengaku hanya belajar otodidak. Memang, Kocom dari kecil sudah biasa membuat hal yang menyerupai aslinya.

"Kemudian dari situ lanjut dari mulut ke mulut orang percaya sampai akhirnya terlibat di produksi film," kata pria berkacamata yang juga pembuat kepala dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak itu.

Sejak saat itu pesanan mulai datang tak henti-henti. Akhirnya dia diminta untuk membuat karya serupa manusia. Dan benar saja, hasil karyanya sangat menawan klien dan nama Kocor makin tersohor di kalangan industri perfilman.

Dalam berkarya, ia selalu berupaya berbincang dengan pemesan. Dirinya harus tahu betul karakter yang akan dibuat.


Pekerja Sarwo Edi Kocom, seniman prostetik asal Bekasi, Jawa Barat, tengah sibuk mengerjakan sejumlah karya di bengkel kerjanya. Medcom.id/Antonio


Bahkan dia tak jarang harus berbincang dengan sutradara atau terlibat dalam dalam produksi film. Tak lain dan tak bukan agar bisa lebih mengetahui arah atau kebutuhan klien. Dia mengaku tak pernah letih.

"Ikut terlibat langsung jadi kepuasan tersendiri. Apalagi filmnya pas sudah jadi, bagus. Bangga kita," ujarnya.

Tren film horor yang berkembang belakangan bak durian runtuh bagi bisnisnya. Pesanan yang datang ke Kocom cukup banyak.

Kocom pun mematok karyanya dengan harga yang beragam. Biasanya tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatan prostetik.

Untuk karya prostetik sampai kaki dikenakan harga sekitar Rp29 juta. Harga satu bagian tubuh berbanderol relatif.
 


(SUR)