Mentan Tekan Produsen DOC Turunkan Harga via Telepon

Mulvi Muhammad Noor    •    Rabu, 23 Nov 2016 16:53 WIB
daging ayam
Mentan Tekan Produsen DOC Turunkan Harga via Telepon
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemui peternak ayam di Desa Tenjo, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga bibit ayam pedaging (day old chick/DOC) bisa turun sesuai kemampuan petani. Kepastian itu didapat saat Amran menghubungi perusahaan produsen DOC ayam pedaging. 

Menteri Amran berkunjung ke peternakan ayam broiler tradisional di Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 November. Di lokasi itu menteri kembali mendapati keluhan para peternak soal harga DOC yang dinilai terlalu tinggi, mencapai Rp6.000 per ekor. 

Mendapati keluhan itu, Menteri Amran meminta perwakilan peternak menghubungi salah satu perusahaan penghasil ayam DOC dengan menggunakan telepon genggam milik salah seorang peternak. Hasilnya, pihak perusahaan mau menjual DOC-nya dengan harga Rp4.800. 

"Ketemu 48 (Rp4.800) itu ya. Oke jangan ubah lagi. You tahu, menterinya buldozer tuh," kata Menteri Amran tak lama sebelum menutup sambungan telepon yang belakangan diketahui dengan PT Charoen Phokpan. 

Oleh petani, Menteri Amran juga diminta berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan dua perusahaan DOC ayam lainnya. Meski ada satu perusahaan keberatan, Amran menyimpulkan harga tersebut tidak akan merugikan pengusaha.

"Kalau rugi, tutup! Aku berikan bisnis lain ya. Pabrik gula boleh, jagung boleh. Saya tidak ingin bapak rugi, tapi saya tidak ingin juga petani berteriak," kata Amran kepada perwakilan perusahaan lain. 

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari demonstrasi para peternak ayam di Kantor Kementan belum lama ini. Selanjutnya, Menteri Amran mengundang para peternak bersama para pengusaha DOC hadir di Kantor Kementan pada Senin 28 November, membahas harga DOC agar tak menyusahkan peternak. 

Ketua Dewan Pembina Gabungan Peternak Ayam Nasional, Tri Hardianto, menginginkan realisasi distribusi DOC yang adil. Yakni, 50 persen untuk integrasi besar, dan 50 persen untuk peternak menengah, kecil, dan rakyat. Menurutnya, seluruh tuntutan peternak seharusnya bisa direalisasikan. 

"Semuanya sangat realistis," ujar Tri.


(UWA)