Pedagang Telur Ayam Kurangi Stok Kala Harga Melambung

Roni Kurniawan    •    Rabu, 18 Jul 2018 16:31 WIB
pangantelur ayam
Pedagang Telur Ayam Kurangi Stok Kala Harga Melambung
Pedagang telur ayam di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barta. Medcom.id/Roni Kurniawan

Bandung: Pedagang telur ayam Kota Bandung, Jawa Barat, menghindari buntung karena harga telur ayam melambung sepekan belakangan. Harga telur ayam yang sudah mencapai Rp30 ribu per kilogram memaksa mereka mengurangi stok agar tak merugi.

Berdasarkan pantauan Medcom.id di Pasar Kosambi, Bandung, harga telur ayam yang sebelumnya di kisaran Rp25 ribu per kilogram naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

"Jadi susah menjualnya. Makanya stok dikurangin," ujar Ratna, 30, pedagang telur ayam di Pasar Kosambi, Bandung, Rabu, 18 Juli 2018.

Ratna mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga telur. Namun, ia tetap bertahan untuk berjualan telur ayam meski kini penjualan turun.

"Biasanya sehari bisa 30 sampai 40 kilogram waktu harganya masih Rp22 ribu. Tapi seminggu ini, terjual 20 kilo saja sudah alhamdulillah," kata dia.

Hal senada diungkapkan Dadang, 49, penjual telur ayam di Pasar Kiaracondong. Dia mengurangi jumlah persediaan akibat naiknya harga telur ayam.

Dia biasanya mengambil langsung 200 kilogram telur ayam dari Semarang, Jawa Tengah. Dia pun mengurangi pesanan karena takut rugi.

"Kemarin sempat turun, sekarang naik lagi. Saya dengar karena stok persediaan terbatas," ungkap Dadang.


(SUR)