Pembangunan Empat Bandara di Jabar Ditargetkan Rampung pada 2018

Jaenal Mutakin    •    Minggu, 27 Nov 2016 07:34 WIB
bandara
Pembangunan Empat Bandara di Jabar Ditargetkan Rampung pada 2018
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kedua kanan) melihat suasana menara Gedung Sate dalam kegiatan kunjungan kerjanya ke Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/11). Foto: ANTARA FOTO/Agus Bebeng.

Metrotvnews.com, Bandung: Untuk mendongkrak pariwisata dan meningkatkan potensi perikanan di kawasan selatan Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perhubungan tahun 2017 akan mulai menjajaki pembangunan empat Bandara, selain Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati yang saat ini sudah mulai tahap pembangunan.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan panggilan Akrab Aher mengatakan, keempat bandara tersebut adalah Bandara Citarate di Kabupaten Sukabumi, Bandara Pameungpeuk di Kabupaten Garut, Bandara Wiriadinata di Kabupaten Tasikmalaya dan Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran.

"Ini diproyeksikan untuk mendongkrak kunjungan destinasi pariwisata dan usaha perikanan di wilayah selatan Jawa Barat yang kaya," Ujar Aher saat menerima kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, di Gedung Sate Bandung, Sabtu (26/11/2017).

Bandara Nusawiru saat ini memang sedang dibenahi, yaitu proses perpanjangan landasan pacu atau runway hingga mencapai 2200 meter. Lahan yang dibutuhkan untuk perpanjangan runway tersebut yaitu 800 meter dan saat ini sudah tersedia.

"Nusawiru akan dibantu oleh pusat untuk perpanjangan runway, sekarang baru di angka 1400 meter, lahannya sudah siap tinggal menunggu pembangunan konstruksinya saja," jelas Aher.

Untuk mendukung pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi, Bandara perintis Citarate yang berlokasi di Ujung Genteng juga akan segera dibangun. Bandara ini sangat dibutuhkan karena akses ke lokasi yang cukup jauh. Pembangunan inipun diharapkan akan memuluskan niat Geopark Ciletuh untuk masuk ke dalam Jaringan Geopark Dunia atau Unesco Global Geopark.

"Bandara Citarate ini akan menjadi gerbang masuk ke Geopark Ciletuh ya," tutur Aher.

Di Bandara Pameungpeuk pesawat komersil berjenis ATR akan bisa beroperasi.  "Minimal nanti bisa didarati ATR 72, itu sudah hebat untuk di daerah selatan," ujarnya. Bandara Pameungpeuk ini membutuhkan runway sepanjang 1000 meter.

"Kalau Bandara Wiriadinata itu sudah jadi karena milik Lanud dan terawat tinggal perbaikan sedikit," lanjut Aher.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan, pembangunan empat Bandara tersebut ditargetkan Januari 2018 sudah selesai dan bisa beroperasi.

"Kalau Nusawiru dan yang di Tasik kan sudah selesai, tinggal yang di Garut dan Sukabumi, mudah-mudahan awal 2018 sudah selesai maksimal pertengahan," ungkap Budi Karya.

"Saya minta Pak Gubernur untuk menyelesaikan tanahnya supaya kita bisa memulai pembangunannya," pungkas Budi Karya.


(DEN)