Pembangunan Kampung Wisata di Purwakarta Didukung 5 Investor

Reza Sunarya    •    Kamis, 09 Feb 2017 16:26 WIB
berita purwakarta
Pembangunan Kampung Wisata di Purwakarta Didukung 5 Investor
Rumah di Kampung Tajur yang menjadi andalan wisata di Kecamatan Bojong, Purwakarta (Foto:Reza Sunarya)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Sedikitnya, ada lima investor dari perusahaan multinasional berniat menanamkan investasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk membangun kampung wisata.

Kemudahan perizinan usaha di Purwakarta membuat para investor tertarik menanamkan modal. "Yang sudah dapat izin lokasi ada lima investor.  Akan ada beberapa perusahaan lagi yang datang ke sini,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dedi menjelaskan, para investor akan membangun kampung wisata seluas 1.000 hektare di lima lokasi, yakni Kahuripan-Cirangkong, dua lokasi di Kutamanah, Ciririp, dan Wanayasa.
 
“Paling luas di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari. Luasnya 300 hektare. Paling kecil di Cirangkong, Kecamatan Campaka, sekitar 6 hektare,” kata Dedi.
 
Konsep pembangunannya, menurut Dedi, tidak merusak alam. Yang boleh dieksploitasi hanya keindahan alamnya saja. Tidak boleh ada pendirian rumah panggung, karena dikhawatikan akan merusak hutan dan lahan.

Khusus di Ciririp, rencananya akan dibangun rumah sakit berbasis alam. Ketenangan dan keindahan alam dipercaya membantu mempercepat proses penyembuhan.

Selain kelima kampung tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyiapkan berbagai konsep pariwisata dengan mengedepankan pembangunan kampung. Nantinya, di Purwakarta akan ada Kampung Senyap di Wanayasa, dan Kampung Bambu di Sukasari.
 
"Sukasari merupakan daerah penghasil bambu terbesar di Purwakarta. Setiap hari, truk lalu-lalang mengambil bambu di Sukasari untuk dijual ke berbagai daerah. Nah, nanti kampung ini akan dijadikan kampung bambu," kata Dedi.

Selain itu, akan ada Kampung Peuyeum, Kampung Gula, Kampung Keramik, dan lainnya. Kampung wisata tersebut melengkapi sejumlah kampung wisata yang sudah ada sebelumnya, seperti Kampung Tajur yang berbasis pertanian.


(ROS)