Disperindag Jabar Imbau Suplai Ayam tak Berhenti

Jaenal Mutakin    •    Sabtu, 20 Jan 2018 16:28 WIB
pangan
Disperindag Jabar Imbau Suplai Ayam tak Berhenti
Ilustrasi daging ayam. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Bandung: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menyayangkan masih adanya pedagang ayam yang tidak berjualan di kota Bandung. Pedagang ayam banyak absen karena penjualan menurun yang disebabkan harga melambung tinggi.

Kepala Disperindag Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, memang masih ada pedagang tak yang tidak berjualan setelah dicek ke lapangan. Namun, ini bukan dipengaruhi imbauan rencana mogok Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (PESAT) Jawa Barat yang sudah di batalkan

"Aksi mogok yang direncanakan oleh LSM Pesat tanggal 19-21 Januari 2018 sudah resmi dibatalkan, maka tidak ada lagi instruksi untuk melanjutkan aksi," Ujar Widi, di Bandung, Jumat 19 Januari 2018

Kalau ada pedagang ayam yang masih mogok, Satgas Pangan Provinsi Jabar akan terjun untuk menginvestigasi. Ditsersekrimsum Polda Jabar akan menindak jika ada dugaan permainan distribusi daging ayam.

(Baca: Omset Pedagang Ayam Potong di Jabar Anjlok 60%)

Pedagang ayam diduga tak berjualan akrena lesunya transaksi daging ayam karena harga beli dari produsen relatif tinggi. Ditambah lagi konsumen berkurang karena harga melonjak hingga dua kali lipat.

Bandar ayam di pasar juga diakui mengurangi pembelian dari broker, sehingga pasokan ayam berkurang

"Satgas Pangan Provinsi sudah mendekati broker pemasok ayam dan meminta agar broker tetap mensuplai ayam ke bandar. Jika dua hari tidak ada penjualan maka pedagang itu sendiri yang rugi," ungkapnya.


(SUR)