Proyek Pembangkit Listrik Sampah Bandung Tarik Ulur

Roni Kurniawan    •    Jumat, 04 Nov 2016 11:13 WIB
pembangkit listrik
Proyek Pembangkit Listrik Sampah Bandung Tarik Ulur
Sejumlah pemulung mencari barang yang bisa dijual kembali dari tumpukan sampah di TPA Sarimukti, Rajamandala, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, (26/5/2016). Foto: Antara/Rezza Estily

Metrotvnews.com, Bandung: Rencana Pemkot Bandung membangun megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan teknologi ramah lingkungan, masih belum menemui titik terang. Pasalnya, hingga kini Pemkot masih berkutat di masalah tarif dasar listrik dan biaya yang dikeluarkan pemerintah kepada pengelola sampah (tipping fee).

"Iya, investor dengan PLN belum menemui kesepakatan. PLN ingin 10 sen sementara investor bertahan di 17 sen. Jadi, asa teu nyambung (tak ada titik temu)," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) saat ditemui di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (4/11/2016).

Perbedaan ini, kata dia, menjadi pembahasan yang sengit karena investor keberatan jika harga yang ditawarkan terlalu rendah. 

"PLN juga enggak mau kalau harganya terlalu tinggi. Jadi, itu masalahnya masih dalam proses negosiasi. Masalah ini masih dibahas dan segera diputuskan oleh Kementerian ESDM," tuturnya.

Emil mengatakan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Senin 1 November kemarin salah satunya membahas hal ini. Selain itu, lanjut Emil, Jokowi pun meminta kesiapan semua kota yang ditunjuk untuk proyek pembangunan PLTSa termasuk Bandung.

"Intinya Pak Jokowi meminta semua kota yang ditunjuk untuk proyek percontohan ini, segera menyampaikan semua aspek yang berkaitan dengan pembangunan PLTSa terutama masalah kesiapan teknisnya," kata Emil.

Kota Bandung menjadi salah satu kota yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai kota percontohan dalam mengelola sampah dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan. 

Namun, megaproyek yang digagas sejak era Wali Kota Bandung Dada Rosada ini terus menuai pro kontra. Awalnya pengelolaan sampah akan menggunakan teknologi insenerator yang ditawarkan PT BRILL selaku pemenang lelang saat itu. Namun, kini Pemkot Bandung belum menunjuk kembali investor untuk pembangunan PLTSa setelah melakukan proses lelang ulang.


(UWA)