40% Pekerja Asing di Jabar Berasal dari Tiongkok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 21 Dec 2016 19:56 WIB
pekerja asing
40% Pekerja Asing di Jabar Berasal dari Tiongkok
Ilustrasi. Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

Metrotvnews.com, Bandung: Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 40 persen tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Jawa Barat berasal dari Tiongkok.

"Urutan selanjutnya Korea Selatan dan Jepang. Kebanyakan mereka dipakai di bidang industri dan konstruksi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Ferry Sofyan Arief, kepada Metrotvnews.com, Rabu (21/12/2016). 

Sesuai data dari Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar, tercatat ada 672 TKA di Jabar pada 2015. Hingga Juni 2016, jumlahnya bertambah 315 TKA.

Meski tak terlalu banyak, Ferry mengatakan, perlu pengawasan ekstra terhadap mereka. Terutama TKA ilegal.

"Kita ambil contoh tertangkapnya petani cabai asal Tiongkok yang bekerja di Kabupaten Bogor. Selama tiga bulan pekerjaan mereka tak diketahui warga. Ini memperlihatkan kelengahan," kata dia.

Bentuk Tim Pora

Agar tak terulang, Disnakertrans Jawa Barat membentuk tim Pengawasan Orang Asing (Pora) yang beranggotakan pegawai dari berbagai instansi. Tim ini, kata dia, diciptakan untuk mengawasi TKA.

"Kita sudah beberapa kali bertemu. Tim ini dibentuk untuk mengawasi orang asing bervisa wisata namun ternyata bekerja," kata dia.

Ferry menegaskan TKA di Jawa Barat harus tercatat di BPMPT Jabar. "Seharusnya tim Pora bergerak mengawasi. Serikat pekerja juga melaporkan bila ada orang asing yang bekerja," kata dia.


(UWA)