Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terus Dikebut

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 06 Apr 2018 22:04 WIB
kereta cepat
Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terus Dikebut
Ilustrasi kereta cepat. Foto: Antara/Yustinus

Bandung: PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama pemerintah terus mengebut pembebasan lahan warga terdampak proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Setidaknya sudah 54 persen dari 142,3 kilometer lahan sudah dibebaskan per Februari 2018 untuk proyek bernilai US$5,9 miliar (Rp79,6 triliun) ini.

Direktur Utama PT PSBI Natal Aryawan mengatakan ribuan bidang lahan di wilayah Jabar sudah dibayarkan sebagian.

"Lahan di jawa barat ada 5.200, untuk luas bidang tanah yang sudah dibayarkan sekitar 800 bidang," ujar Natal di Kantor BPN Jabar, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Jumat, 6 April 2018.

Menurutnya untuk lahan di wilayah Kota Bandung sendiri ada 1.331 bidang tanah yang siap dibebaskan. Uang pengganti untuk warga telah digelontorkan secara bertahap.

"Hari ini yang menerima (uang penggantian lahan) itu untuk 21 bidang tanah dari 14 pemilik, mudah-mudahan yang lain segera menyusul," bebernya.

(Baca: Konstruksi Proyek Kereta Cepat Mulai Mei 2018)

Dirinya berharap uang penggantian terhadap seluruh lahan warga yang terdampak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung selesai di minggu ketiga April 2018.

Dia mengakui kendala petugas di lapangan untuk pembebasan lahan datang dari segi teknis. "Masyarakat banyak yang berpikir-pikir dulu. Ini harus dilalui dan saya pikir sebuah kewajaran," pungkasnya.

Pembebesan lahan proyek kereta cepat sudah dimulai sejak 2015. Pembangunan proyek diakui pemerintah dan kontraktor terganjal permasalahan lahan yang telah berlangsung hingga 2 tahun.  Hali ini berdampak ke pengoperasian kereta cepat molor dari  2019 menjadi 2020.


(SUR)